Magang Nasional 2026 Dongkrak Kompetensi dan Serapan Kerja

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:55:01 WIB
Program Magang Nasional Tingkatkan Kompetensi 98,5 Persen Peserta [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa Program Magang Nasional sanggup mendongkrak keahlian para peserta, di mana hampir 98,5 persen peserta pada pelaksanaan tahun 2025 lalu mencatatkan kenaikan kompetensi teknis, baik secara nyata maupun cukup meningkat.

Ia mengemukakan bahwa perolehan tersebut didapat berkat penilaian pelaksanaan Program Magang Nasional gelombang pertama serta kedua di tahun 2025 yang menggandeng 65.245 peserta dan 7.217 mentor dari instansi penyelenggara.

"Dari sisi kompetensi, hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis baik secara signifikan meningkat maupun cukup meningkat," ujar Qodari dalam pernyataannya yang diterima, Selasa.

Di samping lonjakan kompetensi, hasil penilaian tersebut turut memperlihatkan bahwa lebih dari 84 persen peserta merasa puas atau amat puas terhadap program tersebut.

Respon serupa turut disampaikan oleh para mentor serta korporasi, dengan kisaran 84 persen menyatakan kepuasan tinggi terhadap kapasitas peserta tatkala mempelajari dan menyerap ilmu selama masa pemagangan.

"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Qodari.

Dirinya memandang bahwa program tersebut tidak cuma menawarkan pengalaman kerja semata, melainkan turut membukakan jalan bagi para peserta untuk merajut relasi profesional, memperluas cakrawala dunia kerja, serta mengerek peluang penyerapan kerja oleh perusahaan tempat mereka magang.

Merujuk pada hasil evaluasi pemerintah, sekitar 30 persen peserta berhasil mengantongi tawaran pekerjaan selepas merampungkan program magang.

Dari sudut pandang finansial, lebih dari 97 persen peserta mengakui bahwa uang saku yang diperoleh setidaknya amat membantu kondisi keuangan pribadi maupun keluarga mereka.

Qodari memandang pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah krusial demi memenangi kompetisi dunia dan merealisasikan visi Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, baik melalui pendidikan, kesehatan maupun penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi," ucapnya.

Sebagai bentuk rangkaian dari langkah tersebut, sambungnya, pemerintah membuka pendaftaran Program Magang Nasional mulai 15 sampai 28 Juli 2026 dengan alokasi 50.000 peserta dari total sasaran 150.000 peserta sepanjang tahun 2026.

Jumlah sasaran peserta Program Magang Nasional 2026 tersebut mengalami kenaikan jika dikomparasikan dengan periode sebelumnya yang merangkul 102.696 peserta.

Lewat program itu, para sarjana lulusan perguruan tinggi memperoleh kesempatan menjalani magang selama enam bulan dengan nominal uang saku setara standar upah minimum provinsi ataupun upah minimum kabupaten/kota.

Qodari menaruh harapan besar agar program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian, produktivitas, serta daya saing yang lebih tangguh ketika terjun ke ranah profesional.

"Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," katanya.

Terkini