Hama Tikus Mengganas, Hasil Panen Padi di Garut Turun Separuhnya

Senin, 20 Juli 2026 | 20:45:31 WIB
Diserang Hama Tikus, Produksi Padi di Sentra Pertanian Garut Anjlok 50% [FOTO: NET].

JAKARTA - Produksi padi di salah satu pusat pertanian Kabupaten Garut mengalami penurunan hingga 50% lantaran serangan hama tikus yang terus meluas. Petani menyebut hasil panen mereka merosot tajam karena tanaman padi rusak sebelum memasuki waktu panen, sementara upaya pengendalian mandiri belum mampu menekan populasi hama tersebut.

Situasi ini terjadi di Kampung Lengkong Kaler, Kecamatan Samarang. Serangan tikus dikabarkan telah menyebar ke seluruh areal persawahan seluas kurang lebih 10 hektare. Imbasnya, produktivitas padi yang sebelumnya mencapai sekitar 10 ton gabah per hektare kini hanya tersisa sekitar lima ton per hektare.

Salah seorang petani, Asep Suyud (79), mengungkapkan bahwa serangan hama tikus telah terjadi selama beberapa musim tanam terakhir dan semakin sulit diatasi. Menurutnya, hampir seluruh lahan sawah di kampungnya terdampak, sehingga penurunan hasil panen dirasakan oleh mayoritas petani.

“Dulu satu hektare bisa menghasilkan sekitar 10 ton gabah. Sekarang paling hanya lima ton. Separuh hasil panen hilang karena tikus,” ujar Asep, Senin (20/7/2026).

Ia menuturkan, berbagai cara telah dilakukan petani untuk mengurangi populasi tikus, mulai dari pemasangan perangkap hingga penggunaan obat pembasmi. Namun, cara-cara tersebut dianggap belum efektif karena pemberantasan dilakukan secara terpisah oleh masing-masing petani.

Menurut Asep, tikus hanya berpindah ke lahan lain yang belum ditangani sehingga populasinya tetap bertahan. Ia menilai pemberantasan hama harus dilakukan secara serentak dalam satu kawasan agar hasilnya lebih maksimal.

“Kalau hanya sebagian petani yang membasmi tikus, mereka tinggal pindah ke sawah sebelah. Setelah itu kembali lagi. Karena itu harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Idang (55). Ia mengatakan tanaman padi yang baru memasuki usia sekitar dua bulan kembali diserang tikus. Hama tersebut tidak hanya memakan bulir padi, tetapi lebih banyak merusak batang tanaman sehingga tanaman mati sebelum menghasilkan gabah.

Menurut Idang, kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan kehilangan bulir padi. Tanaman yang batangnya putus tidak dapat tumbuh lagi sehingga gagal berproduksi hingga masa panen.

 Selain menyasar tanaman padi, populasi tikus juga mulai merusak berbagai tanaman hortikultura di sekitar permukiman dan kebun warga. Sejumlah tanaman sayuran digigit lalu ditinggalkan begitu saja sehingga tidak memiliki nilai jual.

Terkini