JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pinjaman kredit yang disediakan oleh Bank BPD Bali Cabang Singaraja. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada pegawai DKPP Buleleng mengenai fasilitas pinjaman yang bisa diakses untuk mendukung program-program pembangunan di sektor ketahanan pangan dan perikanan di wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung di kantor DKPP Buleleng tersebut dibuka oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan DKPP, drh. Luh Gede Ira Yuniariani, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan pihak perbankan dalam mendukung sektor ketahanan pangan di Buleleng. Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh pegawai DKPP Buleleng yang nantinya dapat mengakses informasi lebih mendalam mengenai prosedur dan manfaat dari pinjaman kredit yang ditawarkan oleh Bank BPD Bali.
Tujuan Sosialisasi dan Pentingnya Fasilitas Kredit BPD Bali
Sosialisasi ini digelar sebagai bagian dari upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan perbankan, khususnya bagi para pelaku usaha di bidang ketahanan pangan dan perikanan. Dengan berbagai program pembangunan yang memerlukan dana, fasilitas pinjaman kredit dari Bank BPD Bali diharapkan dapat menjadi solusi yang bermanfaat untuk mendukung kelancaran operasional serta pengembangan sektor tersebut di Buleleng.
drh. Luh Gede Ira Yuniariani, selaku pembuka acara, menyampaikan pentingnya pemahaman terkait berbagai jenis pinjaman yang dapat diakses oleh pegawai maupun instansi yang membutuhkan dana tambahan untuk kegiatan operasional dan pengembangan usaha. "Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada semua peserta mengenai pinjaman yang disediakan oleh Bank BPD Bali, yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam rangka pengembangan sektor ketahanan pangan dan perikanan di daerah ini," ujarnya.
Dalam penjelasannya, drh. Ira juga menekankan bahwa sektor ketahanan pangan dan perikanan merupakan sektor yang sangat strategis, tidak hanya dalam menciptakan kemandirian pangan tetapi juga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. "Pemberdayaan sektor ini akan semakin optimal jika didukung dengan fasilitas permodalan yang tepat," tambahnya.
Fasilitas Pinjaman Kredit yang Ditawarkan oleh Bank BPD Bali
Bank BPD Bali yang memiliki cabang di Singaraja ini menawarkan berbagai jenis fasilitas pinjaman yang dapat diakses oleh instansi maupun individu, baik untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun sektor-sektor besar yang membutuhkan dana untuk pengembangan usaha. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait produk pinjaman yang bisa diakses, termasuk persyaratan, prosedur pengajuan, hingga manfaat yang dapat diterima oleh peminjam.
Bapak Ngatno, perwakilan dari Bank BPD Bali Cabang Singaraja yang hadir dalam sosialisasi tersebut, menjelaskan berbagai jenis kredit yang dapat dimanfaatkan oleh sektor ketahanan pangan dan perikanan. "Kami menyediakan pinjaman yang fleksibel dengan bunga yang bersaing, serta berbagai kemudahan dalam proses pengajuan. Harapan kami adalah agar para pegawai dan pihak terkait di sektor ketahanan pangan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mendukung program yang sedang berjalan," kata Ngatno.
Ngatno juga menambahkan bahwa pinjaman yang ditawarkan oleh Bank BPD Bali didesain untuk mendukung perkembangan sektor pertanian, perikanan, dan industri yang terkait. Pinjaman ini memiliki jangka waktu yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan, serta persyaratan yang mudah dipenuhi. "Kami sangat berharap dapat membantu mempercepat program pembangunan daerah dengan memberikan kemudahan akses ke dana permodalan," tuturnya.
Manfaat Sosialisasi bagi Pegawai DKPP Buleleng
Sosialisasi ini diharapkan memberikan wawasan baru kepada para pegawai DKPP Buleleng mengenai cara mengakses kredit perbankan dan bagaimana memanfaatkan pinjaman ini dengan bijak. Bagi pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan sektor ketahanan pangan dan perikanan, memiliki pengetahuan yang cukup tentang produk-produk kredit sangat penting agar mereka dapat mengarahkan masyarakat atau pelaku usaha yang membutuhkan bantuan permodalan.
Siti Rahayu, salah satu peserta sosialisasi yang merupakan pegawai DKPP Buleleng, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. "Sosialisasi seperti ini sangat membantu kami untuk lebih memahami tentang fasilitas pinjaman yang dapat dimanfaatkan. Kami juga jadi lebih tahu tentang prosedur dan apa saja yang perlu disiapkan jika ingin mengajukan pinjaman," katanya.
Siti berharap kegiatan sosialisasi semacam ini bisa rutin dilaksanakan agar lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha di Buleleng yang dapat mengakses fasilitas permodalan dan mengembangkan usaha mereka di bidang ketahanan pangan serta perikanan. "Jika sektor ini dapat berkembang dengan baik, tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat," imbuhnya.
Harapan untuk Sektor Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng
Sektor ketahanan pangan dan perikanan di Buleleng merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, daerah ini memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanannya. Namun, untuk mencapai potensi tersebut, diperlukan dukungan dana yang cukup agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki infrastruktur, dan menjalankan berbagai program pengembangan.
drh. Luh Gede Ira Yuniariani mengungkapkan, "Sektor ketahanan pangan dan perikanan di Buleleng perlu dukungan finansial yang memadai agar bisa berkembang lebih pesat. Melalui program-program yang sudah ada, serta kemudahan akses pinjaman, kami yakin sektor ini dapat menjadi lebih produktif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat."
Dengan adanya sosialisasi pinjaman kredit dari Bank BPD Bali ini, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi sektor ketahanan pangan dan perikanan di Buleleng untuk berkembang. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.