Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura Apresiasi Langkah Strategis

Rabu, 07 Mei 2025 | 22:25:19 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura Apresiasi Langkah Strategis

JAKARTA - Dalam sebuah langkah monumental untuk peningkatan pelayanan jemaah haji dan umrah di Indonesia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terminal yang sebelumnya merupakan Terminal 2F ini telah direvitalisasi total oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), dan kini dirancang khusus untuk melayani para calon jemaah dengan fasilitas modern, nyaman, dan sesuai kebutuhan spiritual mereka.

Peresmian terminal ini bukan hanya menjadi pencapaian infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol penghormatan negara kepada umat Islam yang akan berangkat ke Tanah Suci. Kehadiran Presiden Prabowo dalam seremoni peresmian itu, didampingi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pelayanan ibadah umat Muslim.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen beliau dalam mewujudkan Terminal Khusus Haji dan Umrah ini. Ini bukan hanya fasilitas bandara, ini adalah bentuk pemuliaan kepada para jemaah,” ujar Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, dalam keterangannya di Jakarta.

 

Transformasi Terminal 2F: Solusi Kepadatan dan Peningkatan Kapasitas Bandara
 

Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F merupakan bagian dari strategi besar InJourney Airports untuk meningkatkan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta. Dari sebelumnya melayani 56 juta penumpang per tahun, bandara ini ditargetkan mampu melayani hingga 94 juta penumpang setiap tahunnya. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi terminal yang sudah ada tanpa membangun dari nol, sehingga mampu menghemat investasi hingga Rp 14 triliun.

“Revitalisasi ini adalah solusi jangka panjang. Selain meningkatkan kapasitas, kami juga menyelesaikan kepadatan yang terjadi di terminal lain, terutama saat musim puncak,” kata Faik Fahmi.

Revitalisasi Terminal 2F tidak hanya menyasar aspek teknis dan operasional, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan kenyamanan emosional jemaah. Konsep layanan yang diusung berbasis ekosistem terpadu, mencakup seluruh aspek pengalaman penumpang, mulai dari kedatangan, check-in, ibadah, hingga keberangkatan.

 

Menjawab Lonjakan Permintaan Umrah dan Haji
 

Tingginya permintaan penerbangan umrah di Indonesia menjadi alasan utama pembangunan terminal khusus ini. Menurut data yang disampaikan Faik Fahmi, setidaknya 2,2 juta jemaah umrah diberangkatkan dari Indonesia setiap tahunnya, atau sekitar 7.450 penumpang per hari. Pada musim puncak seperti bulan Agustus dan September, angka ini melonjak hingga 12 ribu penumpang per hari.

“Sebelumnya, jemaah umrah harus melalui Terminal 3 yang tidak dirancang khusus untuk kebutuhan mereka. Pelayanan menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, kehadiran terminal ini sangat krusial,” tegas Faik.

Terminal 2F ini kini telah sepenuhnya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus jemaah, dari segi arsitektur, fasilitas, hingga teknologi digital yang diterapkan dalam proses keberangkatan dan kedatangan.
 

Fasilitas Lengkap dan Berorientasi Spiritual
 

Terminal Khusus Haji dan Umrah ini memiliki luas total 27.418 meter persegi dan dibangun tiga lantai. Kapasitasnya mencapai 6,1 juta penumpang per tahun. Setiap lantai dirancang untuk fungsi tertentu dengan pembagian ruang yang efisien:

Lantai Dasar (Ground Floor): Area kedatangan jemaah dari Tanah Suci, mencakup fasilitas imigrasi, baggage make-up area, baggage claim, food court seluas 2.930 meter persegi, dan curbside kedatangan yang terintegrasi dengan moda transportasi darat.

Lantai 1 (Departure Level): Menyediakan area keberangkatan jemaah, dengan lounge pengantar seluas 2.560 meter persegi, check-in hall, serta pemeriksaan keamanan dan imigrasi.

Lantai 2: Diperuntukkan sebagai area ibadah, termasuk masjid berkapasitas besar seluas 3.136 meter persegi yang akan digunakan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Kami berharap keberadaan masjid di dalam terminal ini dapat memudahkan jemaah untuk beribadah dan menciptakan suasana yang tenang dan khusyuk sebelum keberangkatan,” ujar Faik.

Selain itu, terminal ini juga dilengkapi area manasik, ruang tunggu luas, area pengantar seluas 10 ribu meter persegi, dan area khusus untuk penjemputan rombongan jemaah dengan kapasitas 12 unit bus. Penghijauan dan penataan lansekap taman juga menjadi bagian dari proyek ini untuk menciptakan atmosfer yang lebih sejuk dan menyenangkan.
 

Respon Positif dari Masyarakat dan Stakeholder
 

Peresmian terminal ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk para jemaah, biro perjalanan haji dan umrah, serta masyarakat umum. Fasilitas yang sebelumnya dirasa kurang memadai kini telah berubah total menjadi terminal yang modern, nyaman, dan mencerminkan identitas bangsa.

“Pengembangan terminal khusus ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menciptakan pengalaman spiritual yang layak dan mulia bagi jemaah. Ini adalah refleksi dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Faik.

Di sisi lain, pengelolaan bandara yang terintegrasi dengan layanan digital, termasuk sistem check-in otomatis dan pemrosesan imigrasi yang lebih efisien, akan mempercepat alur keberangkatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan di Bandara Soekarno-Hatta secara keseluruhan.
 

Langkah Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Infrastruktur Keagamaan
 

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa terminal ini merupakan bagian dari pembangunan berbasis nilai keagamaan dan pelayanan publik yang bermartabat. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen untuk terus membangun fasilitas yang menunjang kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia, terutama dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Dengan peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah ini, Bandara Soekarno-Hatta kini tidak hanya menjadi pusat transportasi terbesar di Indonesia, tetapi juga simbol penghormatan negara terhadap pelaksanaan ibadah umat Islam. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan layanan optimal dan berkesan bagi seluruh jemaah yang hendak menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Terkini