JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden RI menerangkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lima bendungan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, dengan pusat acara berlangsung di Bendungan Meninting, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat.
Kelima bendungan yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) tersebut adalah Bendungan Meninting sebagai lokasi utama, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.
"Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD (India ocean dipole) yang berpotensi memicu kemarau panjang," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Prasetyo menambahkan, Bendungan Meninting yang memiliki luas genangan sekitar 46 hektare ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman di kawasan NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, dengan potensi tambahan produksi mencapai 420.000 ton gabah per musim tanam.
"Nilai ekonomi (diproyeksikan, red.) mencapai sekitar Rp4,6 triliun," ujar Prasetyo Hadi.
Dalam kesempatan tersebut, Pras menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dijalankan secara terukur dan terintegrasi demi memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan infrastruktur strategis akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. Melalui kerja keras, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, serta komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh pelosok negeri, pemerintah bertekad memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Mensesneg.
Presiden Prabowo berangkat dari Base Ops Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat pukul 10.45 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia dengan nomor registrasi A-001 menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Dalam agenda kunjungan kerja menuju NTB tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.