Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Pria Harus Ikut Program KB untuk Terima Bansos di Jawa Barat

Senin, 05 Mei 2025 | 20:11:06 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Pria Harus Ikut Program KB untuk Terima Bansos di Jawa Barat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan kepala keluarga pria untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah provinsi. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

 

Latar Belakang Kebijakan
 

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa banyak keluarga prasejahtera di Jawa Barat memiliki banyak anak, namun tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sebagai contoh, di Majalengka, ia bertemu dengan anak-anak yang menjual kue di alun-alun, sementara orang tuanya tinggal di kontrakan dan memiliki 10 anak, dengan ibu yang sedang hamil anak ke-11. Ia menilai bahwa kondisi ini menunjukkan kurangnya perencanaan keluarga yang baik.

Untuk itu, Dedi menekankan pentingnya peran laki-laki dalam program KB. Ia menyatakan, "Jangan membebani reproduksi hanya perempuan. Perempuan jangan menanggung beban reproduksi, sabab nu beukian mah salakina. Harus laki-lakinya." Ia juga menambahkan bahwa seringkali perempuan menjadi sasaran untuk memperbanyak anak, dengan alasan seperti lupa minum pil KB atau alat kontrasepsi bocor.

 

Implementasi Kebijakan

 

Dalam implementasinya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa data penerima bansos akan terintegrasi dengan data kependudukan yang mencakup status kepesertaan KB. Ia menegaskan, “Jadi ketika nanti kami menurunkan bantuan, dicek dulu. Sudah ber-KB atau belum. Kalau sudah ber-KB boleh terima bantuan. Jika belum ber-KB, KB dulu. KB-nya harus KB laki-laki, KB pria. Ini serius.”

Kebijakan ini mencakup berbagai jenis bantuan sosial, seperti sambungan listrik baru, beasiswa, bantuan rumah tidak layak huni, dan bantuan lainnya. Dedi berharap dengan adanya syarat ini, keluarga penerima bantuan dapat merencanakan jumlah anak dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

 

Respons Masyarakat dan Pihak Terkait
 

Kebijakan ini menuai berbagai respons dari masyarakat dan pihak terkait. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melalui Ketua Atnike Nova Sigiro menyatakan bahwa program KB merupakan hak asasi manusia, dan sebaiknya tidak dipertukarkan dengan bantuan sosial. Ia menambahkan bahwa penghukuman yang berhubungan dengan otoritas tubuh merupakan hal yang ditentang dalam diskursus hak asasi. Oleh karena itu, memaksa masyarakat mengikuti KB sebagai syarat menerima bantuan dari pemerintah berpotensi melanggar hak asasi. 

Di sisi lain, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendukung upaya peningkatan partisipasi pria dalam program KB. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eny Gustina, menyampaikan bahwa laki-laki harus ikut membantu meringankan beban biologis perempuan. Ia menekankan bahwa laki-laki dan perempuan harus berbagi tanggung jawab dalam program KB. 
 

Tujuan dan Harapan
 

Dedi Mulyadi berharap kebijakan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat, terutama laki-laki, untuk lebih bertanggung jawab dalam merencanakan keluarga. Ia menekankan bahwa ekonomi rendah tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengandalkan berbagai fasilitas pemerintah tanpa adanya usaha mandiri. Ia juga berharap dengan adanya kebijakan ini, jumlah anak dalam keluarga dapat terkontrol, sehingga kualitas hidup keluarga dapat meningkat.

Dengan kebijakan ini, diharapkan Jawa Barat dapat mencapai kesejahteraan yang lebih merata, dengan keluarga-keluarga yang sehat, terencana, dan mampu memberikan pendidikan serta kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Sumber:

Komnas HAM Respons Rencana Dedi Mulyadi: Vasektomi Jangan Dipertukarkan dengan Bansos. VOI.

Bantu Kurangi Beban Perempuan, BKKBN Dorong Pria Ber-KB. Media Indonesia.

Dedi Mulyadi Tekankan Peran Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di Jawa Barat. Pasundan Ekspres.

Gubernur Dedi Mulyadi Jadikan Vasektomi Syarat Penerima Bansos Jabar. MerahPutih.

Ini Alasan Dedi Mulyadi akan Wajibkan KB dan Vasektomi untuk Pria di Jawa Barat. Ayo Bandung.

Catat! KB Pria Bakal Diwajibkan Bagi Kepala Keluarga Penerima Bantuan di Jawa Barat. Radartasik.id.

Komnas HAM Respons Rencana Dedi Mulyadi: Vasektomi Jangan Dipertukarkan dengan Bansos. VOI.

Bantu Kurangi Beban Perempuan, BKKBN Dorong Pria Ber-KB. Media Indonesia.

Dedi Mulyadi Tekankan Peran Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di Jawa Barat. Pasundan Ekspres.

Gubernur Dedi Mulyadi Jadikan Vasektomi Syarat Penerima Bansos Jabar. MerahPutih.

Ini Alasan Dedi Mulyadi akan Wajibkan KB dan Vasektomi untuk Pria di Jawa Barat. Ayo Bandung.

Terkini