Belanja Online Menjadi Kebiasaan Rutin Bagi Gen Z dan Milenial di Indonesia: Temuan Baru

Senin, 05 Mei 2025 | 22:04:26 WIB
Belanja Online Menjadi Kebiasaan Rutin Bagi Gen Z dan Milenial di Indonesia: Temuan Baru

JAKARTA - Belanja online kini telah berkembang menjadi bagian integral dari gaya hidup generasi muda, terutama bagi generasi Z (Gen Z) dan milenial. Tak lagi sekadar tren musiman, belanja online menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang menjadi solusi efisien di tengah kesibukan rutinitas harian mereka. Akses yang mudah ke berbagai platform e-commerce, pilihan produk yang beragam, serta sistem pembayaran yang praktis membuatnya semakin digemari.

Sebuah laporan dari Populix PopVoice bertajuk Gen Z and Millennials Report Q1 2023 mengungkapkan bahwa dua pertiga dari responden Gen Z dan milenial di Indonesia berbelanja online secara rutin, setidaknya dua hingga tiga kali setiap bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa belanja online bukan hanya menjadi kebiasaan sesekali, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
 

Jenis Produk yang Paling Banyak Dibeli

 

Dari hasil laporan tersebut, diketahui bahwa produk perawatan tubuh menjadi salah satu kategori barang yang paling sering dibeli oleh Gen Z dan milenial secara online. Sebanyak 73% Gen Z dan 65% milenial mengaku berbelanja produk perawatan tubuh seperti skincare, kosmetik, dan perawatan pribadi lainnya melalui platform e-commerce. Ini mencerminkan kesadaran tinggi terhadap kesehatan kulit dan penampilan yang mendominasi gaya hidup mereka.

Selain perawatan tubuh, produk fashion juga menjadi kategori belanja yang cukup populer di kalangan generasi muda. Sebanyak 70% Gen Z dan 68% milenial menyatakan bahwa mereka rutin membeli produk fashion, seperti pakaian, sepatu, dan aksesori, secara online. Kemudahan menemukan berbagai pilihan model dan merek melalui e-commerce menjadi alasan utama mereka beralih ke belanja daring untuk memenuhi kebutuhan fashion mereka.

Tidak hanya itu, makanan dan minuman juga menjadi kebutuhan yang semakin sering dibeli secara online. Laporan Populix mencatat bahwa 45% Gen Z dan 49% milenial berbelanja makanan dan minuman melalui e-commerce. Hal ini mencerminkan perubahan kebiasaan konsumen yang semakin nyaman dengan membeli produk pangan dan minuman melalui platform daring yang menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam pemesanan.
 

Alasan Berbelanja: Berdasarkan Kebutuhan atau Promo?

 

Menariknya, perilaku belanja online yang dilakukan oleh Gen Z dan milenial lebih didorong oleh kebutuhan pribadi, bukan semata-mata karena adanya promo atau diskon besar-besaran. Populix mencatat bahwa sekitar 68% Gen Z dan 70% milenial berbelanja online karena memang ada kebutuhan tertentu. Mereka mengutamakan efisiensi waktu dan kenyamanan dalam berbelanja, yang menjadi alasan utama mereka memilih untuk berbelanja secara daring.

Meski begitu, promo spesial atau diskon tetap menjadi daya tarik tersendiri. Sebanyak 44% Gen Z dan 45% milenial mengaku terdorong untuk berbelanja karena adanya penawaran diskon yang menarik. Momen-momen seperti harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) atau diskon besar lainnya tetap menarik perhatian, meskipun tidak menjadi faktor utama dalam keputusan belanja.

Selain itu, payday atau tanggal gajian juga mempengaruhi sebagian besar Gen Z dan milenial untuk berbelanja. Hanya 37% Gen Z dan 39% milenial yang mengaku berbelanja saat gajian, menandakan bahwa alasan belanja lebih berorientasi pada kebutuhan praktis ketimbang kecenderungan impulsif mengikuti tren promosi tertentu.

Lebih menarik lagi, tanggal cantik seperti 11.11 atau 12.12 ternyata tidak begitu memengaruhi keputusan belanja generasi muda. Hanya 29% Gen Z dan 27% milenial yang tergoda untuk berbelanja di momen tersebut, yang menunjukkan bahwa tren belanja pada tanggal-tanggal tertentu sudah mulai kehilangan daya tariknya bagi mereka.

 

Perilaku Rasional dan Berdasarkan Kebutuhan

 

Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku belanja online generasi muda cenderung lebih rasional dan berbasis pada kebutuhan nyata, bukan semata-mata mengikuti tren atau promosi besar-besaran. Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang mungkin lebih mudah terpengaruh oleh diskon atau kampanye e-commerce yang menyasar tanggal-tanggal tertentu.

Menurut para ahli, kecenderungan ini muncul seiring dengan semakin matangnya generasi Z dan milenial dalam menghadapi tantangan ekonomi serta semakin berkembangnya teknologi yang mempermudah mereka dalam mengakses informasi dan produk yang dibutuhkan. “Gen Z dan milenial lebih cenderung berbelanja dengan tujuan yang jelas, dan mereka lebih selektif dalam memilih produk yang benar-benar dibutuhkan. Ini merupakan perubahan signifikan dalam pola konsumsi mereka,” ujar Dr. Maria Santosa, seorang ahli perilaku konsumen.
 

Pertumbuhan E-Commerce dan Dampaknya terhadap Ekonomi
 

Seiring dengan meningkatnya adopsi platform digital dan kebiasaan belanja berbasis mobile, permintaan terhadap layanan e-commerce diprediksi akan terus tumbuh. Aksesibilitas yang tinggi, pilihan produk yang lengkap, serta efisiensi waktu dan tenaga menjadi alasan utama mengapa belanja online semakin diminati oleh generasi muda. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan semakin banyaknya platform e-commerce yang menawarkan layanan dan pengalaman berbelanja yang lebih baik.

Belanja online juga membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam sektor perpajakan. Peningkatan transaksi digital di berbagai platform e-commerce telah berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat bahwa sektor e-commerce telah menjadi salah satu penyumbang utama dalam penerimaan pajak Indonesia, yang turut mendukung perekonomian negara.

Selain itu, sektor e-commerce juga menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru, terutama di sektor teknologi dan logistik. Dengan pesatnya perkembangan industri digital, banyak startup dan perusahaan besar yang membuka lowongan pekerjaan di berbagai bidang seperti pengembangan aplikasi, pemasaran digital, hingga pengiriman barang. Hal ini turut mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan lapangan kerja di Indonesia.
 

Merek yang Mendukung Isu Sosial dan Lingkungan
 

Di sisi lain, perubahan preferensi konsumen juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan perusahaan. Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan Kabinet Merah Putih, mengungkapkan bahwa generasi muda kini lebih cenderung mendukung merek-merek yang menunjukkan komitmen terhadap isu sosial dan lingkungan. Menurutnya, generasi Z dan milenial tidak hanya mengutamakan produk yang mereka beli, tetapi juga peduli terhadap dampak sosial dan lingkungan dari produk tersebut.

“Generasi muda saat ini lebih cerdas dalam memilih produk. Mereka tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, merek yang menunjukkan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan akan lebih mudah diterima oleh mereka,” ujar Dyah Roro Esti.

Terkini