Adhi Karya Lunasi Utang Rp 5,9 Triliun, Umumkan Direksi Baru, dan Tunjukkan Performa Keuangan Positif

Jumat, 02 Mei 2025 | 00:21:21 WIB
Adhi Karya Lunasi Utang Rp 5,9 Triliun, Umumkan Direksi Baru, dan Tunjukkan Performa Keuangan Positif

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatatkan pencapaian signifikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024. Dalam rapat tersebut, perusahaan konstruksi milik negara ini mengumumkan keberhasilannya melunasi utang sebesar Rp 5,9 triliun serta menetapkan susunan direksi dan komisaris baru sebagai bagian dari transformasi dan penguatan kinerja korporasi.

Capaian pelunasan liabilitas ini menjadi tonggak penting bagi Adhi Karya yang tengah memperkuat fundamental keuangannya di tengah dinamika sektor konstruksi nasional. Total utang yang telah dilunasi mewakili 18,8% dari keseluruhan kewajiban perusahaan.

“Penyelesaian utang ini sebagian besar berasal dari pembayaran kepada mitra kerja sebesar Rp 2,1 triliun dan kepada lembaga keuangan termasuk perbankan serta obligasi sebesar Rp 3,1 triliun,” ungkap manajemen Adhi Karya dalam pernyataan resminya.
 

Kinerja Keuangan Meningkat, Laba Bersih Tumbuh 18 Persen
 

Selain pelunasan utang, Adhi Karya juga melaporkan kinerja keuangan yang membaik. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan bisnis yang semakin baik.

Kenaikan laba tersebut dipicu oleh dua faktor utama:

Margin laba kotor meningkat menjadi 12,2% dari sebelumnya 11,6%.

Kontribusi laba dari joint venture (JV) melonjak sebesar 81,4%, memperlihatkan keberhasilan strategi kemitraan perusahaan dalam proyek-proyek strategis nasional.

Hal ini memperkuat persepsi pasar bahwa Adhi Karya bukan hanya fokus pada pertumbuhan volume proyek, namun juga memperhatikan kualitas, efisiensi, dan nilai tambah dari setiap proyek yang dijalankan.

Perubahan Rencana Penggunaan Dana Rights Issue

Dalam forum RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan atas rencana penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II). Perubahan ini dilakukan demi optimalisasi pembangunan proyek Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo, salah satu proyek strategis nasional yang sangat dinanti masyarakat.

Langkah ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang menilai bahwa penggunaan dana untuk proyek tol tersebut memberikan dampak ekonomi langsung dan signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.

“Perubahan strategi penggunaan dana ini dilakukan secara prudent dan melalui kajian menyeluruh agar pemanfaatannya memberi kontribusi optimal terhadap pembangunan,” jelas manajemen dalam paparan publik.

 

Susunan Komisaris dan Direksi Baru: Wajah Baru Manajemen Adhi Karya
 

Sebagai bagian dari strategi transformasi organisasi dan peningkatan kinerja, RUPST juga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Adhi Karya.

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Dody Usodo Hargo

Komisaris Independen: R. Erwin Moeslimin Singajuru

Komisaris Independen: Elan Suherlan

Komisaris Independen: Rustam Sofyan Sirait

Komisaris: Bob Arthur Lombogia

Direksi:

Direktur Utama: Entus Asnawi Mukhson

Direktur Human Capital dan Legal: Ki Syahgolang Permata

Direktur Keuangan: Bani Iqbal

Direktur Operasi I: Alloysius Suko Widigdo

Direktur Operasi II: Harimawan

Direktur Operasi III: Vera Kirana

Direktur Manajemen Risiko dan Kesisteman: Yan Arianto

Perubahan struktur manajemen ini diproyeksikan akan mendorong penguatan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri konstruksi yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Susunan manajemen baru ini diharapkan membawa energi baru dan mempercepat transformasi perusahaan, baik dari sisi operasional, tata kelola, maupun penguatan manajemen risiko,” tulis manajemen dalam keterangannya.
 

Fokus Adhi Karya ke Depan: Proyek Strategis dan Efisiensi

 

Adhi Karya menyatakan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Proyek-proyek yang menjadi fokus antara lain:

Pembangunan jalan tol strategis

Pengembangan transportasi massal seperti LRT

Revitalisasi kawasan urban dan pengembangan kawasan ekonomi baru

Keberhasilan dalam menyelesaikan utang dan pencapaian laba bersih tahun 2024 menjadi sinyal kuat bahwa Adhi Karya berada pada jalur pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan pengalaman panjang dan portofolio proyek besar di berbagai sektor infrastruktur, perusahaan ini tetap mempertahankan perannya sebagai ujung tombak BUMN konstruksi di Indonesia.
 

Optimisme Menatap Masa Depan
 

Manajemen Adhi Karya menyatakan optimisme dalam menatap masa depan bisnis yang lebih stabil, kompetitif, dan berdampak luas terhadap masyarakat. Perusahaan menargetkan untuk terus meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperluas portofolio proyek di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengutamakan kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional,” tulis manajemen dalam laporan kepada pemegang saham.

Transformasi manajemen, kinerja keuangan yang membaik, serta fokus terhadap proyek-proyek bernilai strategis menjadikan Adhi Karya sebagai entitas BUMN yang tangguh dan siap menghadapi era konstruksi masa depan.

Terkini