PLN Akui Gangguan Pembangkit Picu Pemadaman Listrik di Pulau Jawa

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:18:31 WIB
PT PLN (Persero).

JAKARTA – PT PLN (Persero) mengakui adanya kendala teknis dan gangguan pada dua unit pembangkit besar yang memicu pemadaman listrik secara bergilir di sebagian wilayah Pulau Jawa, Jumat (19/6/2026).

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa gangguan tersebut menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik ke sistem kelistrikan.

“Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” kata Greg dalam keterangan tertulis. Akibat situasi ini, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur.

PLN berkomitmen untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain. "PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," ujar Greg.

Pemadaman terpantau terjadi di berbagai wilayah, termasuk Serpong, Bekasi, Cirebon, hingga Solo. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat memastikan bahwa pasokan listrik nasional aman.

Meskipun Bahlil mengakui adanya tantangan terkait pemenuhan batu bara spesifikasi kalori menengah (5.200 kcal/kg) yang kualitasnya cenderung menurun, ia menyatakan bahwa secara keseluruhan kebutuhan batu bara PLN tahun 2026 sebesar 154 juta ton sudah terakomodasi dalam kontrak sebanyak 134 juta ton.

"Insyaallah enggak [pemadaman] ya," ujar Bahlil sehari sebelumnya.

Pemerintah kini terus mencari solusi atas sisa kekurangan kontrak sekitar 18 hingga 20 juta ton batu bara tersebut guna memastikan keandalan sistem kelistrikan.

Terkini