Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Juni Menurun, Ini Sebabnya

Minggu, 14 Juni 2026 | 16:35:31 WIB
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara.

JAKARTA - Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, memprediksi penjualan mobil pada bulan Juni 2026 akan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. 

Salah satu pemicu utamanya adalah sikap wait and see konsumen yang menunda pembelian karena menunggu kepastian skema insentif kendaraan bermotor dari pemerintah.

“Kalau secara month-to-month (mtm) memang menurun, karena kita berhadapan dengan isu adanya insentif, tapi kan belum jelas ini insentifnya. Karena saat dengan insentif orang akan nunda pembelian,” ujar Kukuh, Jumat (12/6/2026).

Selain faktor regulasi, sentimen pasar juga ditekan oleh fluktuasi ekonomi makro, terutama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memicu kekhawatiran masyarakat untuk menahan pengeluaran. 

Kukuh menambahkan, rencana kenaikan harga jual oleh Agen Pemegang Merek (APM) pada bulan ini juga semakin memperkuat tren penurunan volume penjualan.

Prediksi penurunan ini melanjutkan fase normalisasi pasar setelah pada Mei 2026 penjualan wholesales tercatat sebanyak 69.219 unit, terkoreksi 14,3% dari capaian April 2026 yang sebesar 80.779 unit. 

Penurunan ritel juga terjadi dari 75.736 unit pada April menjadi 71.890 unit pada Mei, yang turut dipengaruhi oleh banyaknya hari libur nasional. 

Namun, jika dibandingkan secara year-on-year, kinerja penjualan masih mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Terkait insentif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah merumuskan skema stimulus fiskal 2026 berbasis teknologi kendaraan, TKDN, dan emisi. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana pemberian insentif dengan kuota 100 ribu unit untuk mobil dan 100 ribu unit untuk motor listrik hingga Oktober mendatang. 

Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum merilis keputusan resmi mengenai besaran dan detail teknis insentif tersebut, sehingga kepastian hukum bagi pasar masih dinantikan.

Terkini