BI Rate Naik ke 5,5%, Budi Gadai Belum Akan Sesuaikan Bunga

Jumat, 12 Juni 2026 | 23:41:32 WIB
PT Budi Gadai Indonesia (Budi Gadai).

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) menjadi 5,50% diprediksi akan berdampak pada industri pergadaian. 

Namun, PT Budi Gadai Indonesia (Budi Gadai) menyatakan belum berencana menyesuaikan bunga gadai dalam waktu dekat. 

Direktur Budi Gadai, Budiarto Sembiring, menjelaskan bahwa meski BI-Rate merupakan faktor pertimbangan, keputusan akhir tetap bergantung pada kebijakan internal perusahaan.

"Keputusan menaikkan bunga gadai tetap bergantung pada kebijakan perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026). Meski belum ada penyesuaian bunga gadai, Budi menyebut bahwa perusahaan telah mengubah biaya administrasi untuk produk gadai emas sejak Mei 2026, yakni naik 0,6% dari 2,4% menjadi 3%.

Budiarto mengakui bahwa kenaikan suku bunga berisiko membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal, yang berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk menggadai. 

"Apabila bunga gadai naik maka biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Hal tersebut dapat mengakibatkan minat nasabah untuk menggadai menjadi berkurang," jelasnya. 

Meski demikian, perusahaan optimistis dampaknya terhadap volume transaksi tidak akan terlalu signifikan karena layanan gadai biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana yang bersifat mendesak.

Hingga saat ini, tren bisnis di Budi Gadai pada kuartal II 2026 dinilai masih relatif stabil. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai terpantau tetap terjaga sehingga aktivitas operasional perusahaan pun berjalan normal. 

Ke depan, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk mempertahankan bunga yang berlaku saat ini atau melakukan penyesuaian secara bertahap jika manajemen memutuskan kebijakan baru.

Terkini