JAKARTA - Di tengah dinamika industri farmasi yang terus berkembang, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menegaskan komitmennya untuk tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar.
Dengan strategi yang terarah dan berbasis inovasi, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum positif yang telah tercapai pada tahun sebelumnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat daya saing sekaligus memperluas peluang bisnis di tengah tantangan global yang masih membayangi. Melalui berbagai inisiatif strategis, strategi Darya-Varia capai pertumbuhan kinerja di atas rata-rata pasar menjadi fokus utama yang terus diupayakan sepanjang tahun ini.
Target Pertumbuhan di Atas Rata-Rata Pasar
PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menargetkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini tetap berada di atas rata-rata pasar. Optimisme tersebut sejalan dengan capaian positif yang berhasil diraih perusahaan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan, Darya-Varia mencatat pendapatan sebesar Rp 2,23 triliun pada 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 6,89% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp 2,08 triliun.
Pencapaian tersebut menjadi dasar kuat bagi perusahaan untuk terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang agresif namun tetap terukur.
Strategi Utama Perusahaan
Presiden Direktur Darya-Varia, lan Kloer, menyampaikan bahwa target pertumbuhan tersebut selaras dengan strategi perusahaan yang menekankan pada pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi bisnis dan inovasi produk.
“Sama seperti yang kami sampaikan pada saat kami RUPS kami tahun lalu juga kita sebutkan bahwa Darya Faria selalu berupaya untuk memastikan pertumbuhan kita selalu di atas pertumbuhan rata-rata pasar,” ungkap Ian.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan mengandalkan beberapa strategi utama, di antaranya:
Ekspansi ke lini bisnis baru seperti alat kesehatan.
Pengembangan produk inovatif untuk menjawab kebutuhan pasar.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Kinerja Kuartal Pertama 2026
Dari sisi kinerja terkini, DVLA mengklaim telah mencatat pertumbuhan yang solid pada kuartal pertama 2026. Bahkan, realisasi pertumbuhan tersebut disebut masih melampaui rata-rata industri.
“Kuartal pertama tahun ini kita masih bertumbuh jauh di atas pasar jadi pertumbuhan kita masih cukup optimis di kuartal satu ini,” ujarnya.
Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa strategi yang dijalankan perusahaan mampu memberikan hasil positif secara berkelanjutan.
Kontributor Utama Pendapatan
Kinerja perusahaan saat ini masih ditopang oleh dua segmen utama, yaitu consumer health dan obat resep. Kedua segmen tersebut menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan lini bisnis baru sebagai upaya diversifikasi sumber pendapatan di masa depan.
Pengembangan Bisnis Alat Kesehatan
Salah satu langkah strategis yang diambil perusahaan adalah mengembangkan lini bisnis alat kesehatan. Meski kontribusinya saat ini masih terbatas, perusahaan optimistis sektor ini akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan di masa mendatang.
Pada akhir tahun lalu, DVLA meluncurkan DiViLab, sebuah perangkat kesehatan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini memungkinkan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri.
Fitur yang dihadirkan dalam perangkat ini mencakup berbagai pengukuran penting, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat dalam satu sistem terintegrasi.
“Jadi masih terlalu dini karena baru launching, jadi itu menjadi salah satu inisiatif kami untuk kedepannya menambah penopang bisnisnya Darya Faria secara keseluruhan,” paparnya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menggarap peluang di sektor teknologi kesehatan.
Fokus pada Tingkat Kandungan Dalam Negeri
Dalam pengembangan alat kesehatan, DVLA juga menaruh perhatian pada tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Perusahaan bekerja sama dengan mitra industri untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kandungan lokal yang tinggi.
Saat ini, porsi TKDN untuk alat kesehatan yang dikembangkan perusahaan telah mencapai lebih dari 40%. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung industri dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing produk.
Antisipasi Tantangan Global
Di sisi lain, perusahaan juga mencermati dinamika geopolitik global yang berpotensi memberikan tekanan terhadap industri farmasi, khususnya terkait biaya produksi dan rantai pasok bahan baku.
Namun demikian, DVLA menilai dampak tersebut masih dapat diantisipasi melalui langkah-langkah strategis yang telah disiapkan.
“Untuk saat ini belum ada signifikan impact tapi kita sudah mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengamankan kebutuhan raw material dan packaging material, kita mengantisipasi situasi yang ada,” tandasnya.
Langkah antisipatif ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah ketidakpastian global.
Kinerja Laba yang Terus Meningkat
Sebagai tambahan informasi, hingga akhir Desember 2025, DVLA mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 163,94 miliar.
Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan laba pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 156,14 miliar. Peningkatan laba ini menjadi bukti bahwa perusahaan mampu menjaga profitabilitas secara konsisten.
Secara keseluruhan, dengan kombinasi strategi yang terarah, inovasi produk, serta penguatan lini bisnis baru, strategi Darya-Varia capai pertumbuhan kinerja di atas rata-rata pasar dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan ke depan.