CSIS Bidik Marketing Sales Rp120 Miliar 2026, Andalkan Kawasan Industri Cikembar

Rabu, 08 April 2026 | 15:15:13 WIB
CSIS Bidik Marketing Sales Rp120 Miliar 2026, Andalkan Kawasan Industri Cikembar

JAKARTA - Strategi ekspansi bisnis kembali menjadi fokus utama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) dalam menghadapi tahun 2026. 

Perusahaan properti ini menyiapkan berbagai langkah agresif untuk mendorong pertumbuhan kinerja, terutama melalui penguatan kawasan industri dan pengembangan proyek berbasis konsep terintegrasi. Target marketing sales yang dipatok pun mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.

Dengan memanfaatkan peluang dari meningkatnya minat investor terhadap kawasan industri dan hunian berkelanjutan, CSIS berupaya memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan nilai aset perusahaan. Langkah ini juga diperkuat dengan rencana belanja modal yang cukup besar untuk mendukung berbagai proyek strategis yang tengah dikembangkan.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) membidik perolehan marketing sales sebesar Rp 120 miliar pada tahun 2026. Marketing sales tersebut ditopang oleh semakin aktifnya pengembangan dan pemasaran kawasan industri, khususnya di Cikembar.

Target ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap potensi kawasan industri sebagai salah satu motor pertumbuhan utama perusahaan dalam jangka menengah.

Belanja Modal Rp200 Miliar Difokuskan untuk Infrastruktur Kawasan Industri

Founder Cahayasakti Investindo Sukses, Tjoea Aubintoro menyatakan bahwa CSIS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp200 miliar pada 2026. Sebagian besar penggunaan capex tahun ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Cikembar.

“Pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat semakin meningkatkan daya tarik kawasan, memperkuat posisi Cikembar di mata calon tenant dan investor, serta mendorong peningkatan valuasi lahan dan potensi pendapatan Perseroan ke depan,” ungkap Tjoea.

Pengembangan Bukit Tenjojaya Jadi Pilar Pertumbuhan Jangka Panjang Perusahaan

Pada saat yang sama, Perseroan terus melanjutkan pengembangan kawasan Bukit Tenjojaya, Sukabumi, yang diposisikan sebagai salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang.

Dengan konsep pengembangan terintegrasi berbasis pertanian, wellness, dan hunian berkelanjutan, Tenjojaya diharapkan dapat menjadi sumber nilai tambahan bagi Perseroan seiring dengan meningkatnya tren permintaan terhadap kawasan hunian yang mengedepankan kualitas hidup dan keberlanjutan.

Menurut Tjoea Tenjojaya juga berpotensi membuka nilai aset jangka panjang yang saat ini belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja perseroan.

CSIS Siapkan Integrasi Technohome untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Properti Modern

Di sisi lain, CSIS kini tengah mempersiapkan integrasi bisnis perumahan melalui pengembangan ekosistem Technohome, yang saat ini berada di luar Perseroan dan direncanakan akan dimasukkan ke dalam struktur grup melalui entitas baru, dengan persetujuan pemegang saham.

Technohome merupakan konsep bangunan modular knockdown yang mengusung state-of-the-art technology dengan tingkat efisiensi tinggi. Konsep ini tidak hanya diterapkan pada hunian, tetapi juga memiliki berbagai aplikasi komersial seperti showroom, gudang, dan fasilitas operasional lainnya.

Implementasi Teknologi Modular Tunjukkan Efisiensi Tinggi dalam Pembangunan Properti

“Salah satu implementasinya telah dilakukan melalui pembangunan showroom di kawasan Cikembar yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu, menunjukkan keunggulan efisiensi waktu dibandingkan metode konstruksi konvensional,” jelas nya.

Terkini