JAKARTA - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 8 April 2026, diawali dengan optimisme yang cukup kuat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat sejak pembukaan, mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global dan domestik. Lonjakan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya pasar sempat dibayangi ketidakpastian.
Kenaikan signifikan IHSG pada awal sesi perdagangan tidak lepas dari kombinasi faktor eksternal seperti perkembangan geopolitik, serta sentimen dari lembaga internasional terkait status pasar modal Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, investor tampak mulai kembali masuk ke pasar, mendorong indeks bergerak ke zona hijau secara meyakinkan.
IHSG Dibuka Melonjak Tajam Lebih Dua Persen Pada Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026), dibuka menguat. Pada pukul 9.01, indeks mencatat kenaikan 191,37 poin atau setara dengan menguat 2,75% ke level 7.162.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 2,97 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,76 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 141.780 kali.
Sebanyak 420 saham menguat, dan 98 saham melemah. Sementara, 151 saham tidak bergerak.
Status Indonesia Tetap Secondary Emerging Market Jadi Sentimen Positif Utama
Untuk perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026), Mirae Asset Sekuritas menyebut, FTSE Russell resmi mengumumkan hasil Equity Country Classification Review di mana khususnya status pasar modal Indonesia tetap dipertahankan sebagai Secondary Emerging Market.
“Tidak adanya penurunan status ke kategori Frontier Market,” mengutip riset Mirae Asset Sekuritas.
Saham-saham pilihan Mirae Asset Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah CPIN, JPFA, dan TKIM.
Isu Geopolitik dan Selat Hormuz Dorong Optimisme Pasar Saham
Melansir Phintraco Sekuritas, adanya permintaan Pakistan kepada Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang batas waktu selama dua minggu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meminta semua pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi gencatan senjata selama periode tersebut, jadi sentimen positif IHSG.
“Dengan diperpanjangnya batas waktu dari AS bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, diperkirakan berpotensi mendorong rebound dalam jangka pendek,” mengutip paparan Phintraco.
Namun mengingat kondisi ketidakpastian yang masih tinggi, IHSG diperkirakan masih akan cenderung bergerak sideways.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ESSA, AKRA, BRPT, CPIN, dan JPFA.
Wall Street Menguat dan Proyeksi Teknikal Dukung Kenaikan IHSG Hari Ini
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street, disetujuinya gencatan senjata selama dua minggu oleh Amerika dan Iran, serta dipertahankannya status Indonesia di Secondary Emerging Market oleh FTSE diprediksi akan menjadi sentimen positif.
“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 6.900–6.830 dan resist 7.040–7.115,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan versi CGS meliputi meliputi AKRA, INDY, MEDC, JPFA, CPIN, dan MAPA.
Proyeksi Analis dan Risiko Rupiah Jadi Penahan Laju IHSG
Panin memproyeksikan IHSG akan menguat dengan katalis penundaan serangan AS ke Iran yang meredam eskalasi perang, namun patut diwaspadai saham yang berbasis minyak mentah seiring turunnya harga komoditas nya tetap positif untuk saham berbasis emas.
FTSE Russel mengumumkan bahwa pasar modal Indonesia masih berada di status tetap sebagai Secondary Emerging Market, namun tetap diperhatikan downside risk dari; investor asing masih outflow, dan; rupiah melemah ke level All Time High nya di Rp17.100/US$ sehingga hal ini dapat menjadi penahan laju IHSG.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ADRO, LSIP, dan TKIM.