JAKARTA - Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar menjadi lebih sehat, efisien, serta memiliki daya saing tinggi.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam keterangannya kepada awak media, Dony menyampaikan bahwa proses restrukturisasi menjadi target utama yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa penyelesaian tersebut tidak hanya sekadar memenuhi tenggat waktu, tetapi juga harus menyentuh aspek fundamental dari perbaikan BUMN itu sendiri.
“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai,” ujar Dony kepada awak media usai rapat seperti dikutip dari siaran pers.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan BUMN mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global sekaligus memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.
Konsolidasi Perusahaan untuk Perkuat Daya Saing
Selain fokus pada restrukturisasi, pemerintah juga menjalankan strategi konsolidasi di berbagai sektor strategis. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah penggabungan sejumlah perusahaan pengelola aset menjadi satu entitas besar yang dinilai lebih kuat dan kompetitif.
Tidak hanya itu, sektor logistik juga menjadi perhatian khusus. Pemerintah berencana menggabungkan 15 perusahaan logistik BUMN menjadi satu perusahaan nasional yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Insya Allah juga dalam satu bulan ini akan selesai akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional kita. Nah ini kita laporkan satu per satu. InsyaAllah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Konsolidasi ini diyakini akan mengurangi tumpang tindih bisnis, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat koordinasi antar perusahaan, sehingga mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Penguatan Transportasi Publik Jadi Prioritas
Upaya transformasi BUMN juga menyasar sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian. Pemerintah mendorong agar perusahaan kereta api menjadi entitas yang sehat secara finansial dan operasional, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute strategis. Rute tersebut mencakup Jakarta–Rangkas, Jakarta–Cikampek, hingga Jakarta–Sukabumi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus kenyamanan penumpang.
“Jadi memang kereta api ini harus kita buat menjadi perusahaan yang sehat sehingga mampu memberikan layanan transportasi publik yang baik kepada masyarakat Indonesia,” janji dia.
Dengan peningkatan infrastruktur dan sistem operasional, sektor transportasi publik diharapkan dapat menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Restrukturisasi Utang Whoosh Masuki Tahap Akhir
Di sisi lain, pemerintah juga tengah merampungkan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Proses ini disebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian formal sebelum diumumkan secara resmi.
Dony mengungkapkan bahwa pembahasan terkait restrukturisasi tersebut telah dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan telah mencapai kesepakatan.
“Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai. Sudah kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya,” ungkapnya.
Penyelesaian restrukturisasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan proyek sekaligus memastikan keberlanjutan operasional kereta cepat sebagai salah satu proyek strategis nasional.
Dampak Global Dinilai Tidak Signifikan
Meskipun menghadapi tantangan global, termasuk konflik di Timur Tengah, pemerintah menilai kinerja BUMN secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Dony menjelaskan bahwa memang terdapat penurunan traffic di sektor penerbangan akibat pembatasan rute tertentu, namun dampaknya tidak terlalu besar terhadap keseluruhan performa BUMN.
Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah transformasi dan restrukturisasi yang sedang berjalan mulai memberikan hasil positif dalam menjaga ketahanan perusahaan negara di tengah ketidakpastian global.
"Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah transformasi ini bertujuan untuk mempercepat kinerja BUMN sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan optimal, bahkan semakin baik ke depannya," dia menutup.
Dengan berbagai strategi yang dijalankan, pemerintah optimistis bahwa BUMN akan menjadi lebih tangguh, efisien, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dalam waktu yang tidak terlalu lama.