Harga Sembako Jatim Minggu 05 April 2026 Hari Ini Elpiji Naik Ayam dan Cabai Turun

Minggu, 05 April 2026 | 11:56:03 WIB
Harga Sembako Jatim Minggu 05 April 2026 Hari Ini Elpiji Naik Ayam dan Cabai Turun

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. 

Setiap perubahan, baik kenaikan maupun penurunan, dapat berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, elpiji 3 kg, bawang merah, cabai keriting, telur ayam kampung, minyak goreng naik, daging ayam, telur ayam ras, cabai, bawang putih turun.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Pengertian Sembako dan Perannya dalam Kebutuhan Harian

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Komoditas ini sering mengalami perubahan harga yang cukup signifikan karena faktor cuaca dan distribusi.

Daftar Harga Sembako Jawa Timur Terbaru

Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Minggu 5 April 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

Beras Premium: Rp 14.881/kg

Beras Medium: Rp 12.993/kg

Gula kristal putih: Rp 17.240/kg

Minyak goreng curah: Rp 19.770/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.106/liter

Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.061/liter

Minyak goreng Minyakita: Rp 16.210/liter

Daging sapi paha belakang: Rp 123.980/kg

Daging ayam ras: Rp 37.005/kg

Daging ayam kampung: Rp 70.164/kg

Telur ayam ras: Rp 28.266/kg

Telur ayam kampung: Rp 48.215/kg

Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.372 370 gr/kl

Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.291 370 gr/kl

Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.830 400 gr/dos

Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.217 400 gr/dos

Garam bata: Rp 1.925

Garam halus: Rp 9.444/kg

Cabai merah keriting: Rp 33.185/kg

Cabai merah besar: Rp 31.034/kg

Cabai rawit merah: Rp 67.401/kg

Bawang merah: Rp 36.608/kg

Bawang putih: Rp 30.663/kg

Gas elpiji: Rp 19.924

Harga sembako Jatim, elpiji 3 kg naik Rp 128 atau 0,65 persen, bawang merah naik Rp 170 atau 0,47 persen, cabai keriting naik Rp 733 atau 2,26 persen, telur ayam kampung naik Rp 1.621 atau 3,48 persen, minyak goreng premium naik Rp 349 atau 1,68 persen, minyak goreng sederhana naik Rp 206 atau 1,15 persen.

Daging ayam ras turun Rp 608 atau 1,62 persen, daging ayam kampung turun Rp 653 atau 0,92 persen, telur ayam ras turun Rp 204 atau 0,72 persen, cabai besar turun Rp 596 atau 1,88 persen, cabai rawit turun Rp 101 atau 0,15 persen, bawang putih turun Rp 110 atau 0,36 persen.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.

Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.

Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.

Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.

Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Pentingnya Pengawasan dan Antisipasi Harga

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.

Dengan memahami kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur pengeluaran serta menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga yang ada. Pemantauan rutin juga menjadi langkah penting agar tidak terjadi pemborosan akibat perubahan harga yang tidak terduga.

Selain itu, peran pemerintah dan berbagai pihak terkait sangat dibutuhkan dalam menjaga kestabilan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas. Upaya pengendalian harga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Terkini