Arus Balik Lebaran ke Bali Masih Padat, ASDP Percepat Layanan dan Operasikan 34 Kapal

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:12:25 WIB
Arus Balik Lebaran ke Bali Masih Padat, ASDP Percepat Layanan dan Operasikan 34 Kapal

JAKARTA - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 menuju Bali masih menunjukkan intensitas tinggi, khususnya di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. 

Di tengah lonjakan kendaraan yang terus berdatangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menitikberatkan strategi percepatan layanan sebagai langkah utama untuk menjaga kelancaran arus dan meminimalkan antrean di pelabuhan.

Pendekatan ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas kendaraan yang didominasi oleh mobil pribadi, bus, serta truk logistik. Dengan pola layanan yang lebih efisien, diharapkan pergerakan kendaraan tetap berjalan tanpa hambatan berarti, meskipun volume lalu lintas masih tinggi.

Strategi Percepatan Layanan Jadi Kunci Kelancaran Arus

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengatakan pengendalian arus tidak hanya ditentukan jumlah kapal, tetapi juga kecepatan proses layanan di pelabuhan. Menurutnya, penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) memungkinkan kapal tidak berlama-lama bersandar sehingga kendaraan dapat segera terangkut dan arus tetap berjalan.

Upaya percepatan juga dilakukan dengan memangkas waktu bongkar muat menjadi rata-rata sekitar 35 menit per siklus. Dengan durasi tersebut, rotasi kapal menjadi lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat.

Ia mengakui antrean kendaraan masih terjadi saat puncak arus balik. Namun, selama kendaraan tetap bergerak, waktu tunggu dapat ditekan. Prinsip utama yang dijaga adalah memastikan arus kendaraan tidak berhenti.

Antrean Kendaraan Mengular, Namun Tetap Bergerak

Pada Senin 30 Maret 2026 sore, antrean kendaraan di akses masuk Pelabuhan Ketapang tercatat mencapai sekitar 5,8 kilometer. Kendaraan yang mendominasi antara lain mobil pribadi, truk sedang dan besar, serta bus yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Hingga Selasa 31 Maret 2026 pagi ini, kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang masih terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung dan belum sepenuhnya mereda.

"Untuk mengurai kepadatan, sebanyak 34 kapal dioperasikan di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, 22 kapal menerapkan pola TBB di sejumlah dermaga, didukung tambahan kapal perbantuan guna menjaga ritme layanan tetap stabil," ucapnya.

Data Tiket dan Pergerakan Kendaraan Masih Tinggi

Sementara itu, data reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy menunjukkan sebanyak 164.881 unit kendaraan telah memesan tiket untuk periode H-10 hingga H+10 Lebaran. Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan tercatat sudah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan potensi sisa kendaraan yang masih akan bergerak menuju pelabuhan.

Angka tersebut mencerminkan tingginya animo masyarakat yang kembali ke Bali setelah masa libur Lebaran. Dengan jumlah kendaraan yang masih berpotensi datang, pengelolaan arus menjadi tantangan tersendiri bagi operator penyeberangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan pengaturan arus kendaraan juga diperkuat dari sisi darat. Pengendalian dilakukan melalui buffer zone agar kedatangan kendaraan ke pelabuhan lebih teratur dan tidak menumpuk.

Buffer Zone dan Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Sejumlah kantong parkir dimaksimalkan sebagai buffer zone untuk mengendalikan distribusi kendaraan. Lokasi seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri digunakan untuk menampung kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan.

Langkah ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di titik utama sekaligus memastikan kendaraan masuk secara bertahap sesuai kapasitas layanan pelabuhan. Dengan sistem ini, potensi penumpukan dapat ditekan secara lebih efektif.

Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat guna menjaga kelancaran arus. Sinergi antara berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mengelola lonjakan kendaraan selama periode arus balik.

Puncak arus balik sendiri tercatat pada Minggu 29 Maret 2026 dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Sepeda motor dan mobil pribadi menjadi jenis kendaraan yang paling dominan.

Dengan percepatan layanan dan pengendalian arus yang terintegrasi, arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk diharapkan tetap terkendali meskipun volume kendaraan masih tinggi.

Terkini