Jasa Marga Catat 2,77 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Hingga H+7

Senin, 30 Maret 2026 | 12:02:48 WIB
Jasa Marga Catat 2,77 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Hingga H+7

JAKARTA - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan angka yang signifikan. 

Hingga H+7 Idulfitri 1447H, jutaan kendaraan telah kembali ke kawasan Jabotabek, mencerminkan mobilitas masyarakat yang tinggi pascalibur panjang. Data ini sekaligus menjadi indikator bahwa fase arus balik masih berlangsung, meskipun telah melewati puncaknya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat bahwa arus kendaraan terus mengalir dari berbagai arah, terutama dari jalur utama Pulau Jawa. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya pengelolaan lalu lintas yang optimal untuk menjaga kelancaran perjalanan.

Realisasi Arus Balik Capai Lebih dari 80 Persen

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat sebanyak 2.773.767 (2,77 juta) kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H+7 Idulfitri 1447H. Angka kumulatif tersebut merupakan hasil pemantauan arus lalu lintas sejak 11 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa volume kendaraan tersebut dihimpun dari empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.

Realisasi ini mencapai 81,72% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali selama periode arus balik hingga akhir Maret.

Capaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemudik telah kembali ke wilayah asalnya, meskipun masih terdapat sisa arus yang terus bergerak.

Puncak Arus Balik Terjadi pada 24 Maret

“Dengan melihat lalu lintas harian hingga hari Sabtu [27/03/2026], Jasa Marga mencatat lalu lintas kembali ke Jabotabek yang tertinggi masih terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2026, dengan 256.000 kendaraan atau meningkat 99% dibanding lalin normal. Mayoritas pemudik masih didominasi dari arah Timur [Trans Jawa dan Bandung] sebanyak 62,1%” kata Rivan dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Data ini menunjukkan bahwa lonjakan terbesar terjadi di pertengahan periode arus balik, dengan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Dominasi kendaraan dari arah timur juga mencerminkan tingginya mobilitas dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekitarnya.

Dominasi Kendaraan dari Arah Timur dan Distribusi Wilayah

Adapun, arus balik lebaran didominasi dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) dengan total 1.306.467 kendaraan atau mencakup 47,1% dari keseluruhan volume lalin.

Secara rinci, lalin dari Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 724.401 unit, melonjak 45,4% dari kondisi normal. Sementara itu, kendaraan dari arah Bandung via GT Kalihurip Utama tercatat sebanyak 582.066 unit atau meningkat 2,9%.

Total pergerakan dari kedua gerbang tol di koridor Timur tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,8% dibandingkan lalu lintas harian normal.

Kemudian, untuk arah Barat (Merak) volume kendaraan yang kembali melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 815.036 unit. Jumlah ini merepresentasikan 29,4% dari total arus balik, meski secara angka lebih rendah 1,4% dibandingkan dengan lalu lintas normal.

Dari arah Selatan (Puncak), Jasa Marga mencatat sebanyak 652.264 kendaraan atau 23,5% pemudik kembali melalui GT Ciawi. Volume kendaraan di jalur tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,1% jika disandingkan dengan kondisi lalu lintas normal harian.

Distribusi ini menunjukkan bahwa arus balik tidak hanya terpusat pada satu jalur, tetapi tersebar di berbagai koridor utama menuju Jakarta.

Lonjakan Harian dan Antisipasi Lalu Lintas

" Berdasarkan data tersebut, Jasa Marga terus melakukan penguatan layanan di sejumlah ruas tol utama dengan mengoptimalkan operasional gardu tol, menyiagakan armada layanan jalan tol, melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional, serta memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan selama 24 jam,” ujarnya.

Khusus pada Sabtu (28/3/2026) atau H+7 JSMR volume harian mencapai 212.138 kendaraan atau naik 46,7% dari normal.

Jasa Marga menyebut terdapat sekitar 249.000 kendaraan yang kembali ke Jabotabek pada Minggu (29/3/2026) dengan lonjakan hingga 42,2%.

Dari prediksi hari Minggu tersebut, sekitar 91.000 kendaraan diperkirakan akan memadati GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa. Peningkatan tersebut diproyeksi mencapai 153,5% dibandingkan dengan lalu lintas normal di gerbang tol tersebut.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun tren mulai melandai, lonjakan kendaraan masih terjadi pada hari-hari tertentu, sehingga membutuhkan pengelolaan lalu lintas yang adaptif.

"Selalu utamakan keselamatan, terutama saat melintasi jalur dengan rekayasa lalu lalintas one way dan contraflow sesuai diskresi Kepolisian, tetap disiplin dalam berkendara. Pada jalur one way, lajur kanan dan bahu jalan tidak diperuntukkan untuk mendahului. Apabila hendak bergerak melambat, tetap gunakan lajur kiri sesuai ketentuan demi menjaga keselamatan bersama," jelasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pengelolaan arus balik diharapkan tetap berjalan lancar hingga seluruh pemudik kembali ke wilayah tujuan masing-masing dengan aman.

Terkini