Vale Indonesia INCO Raih Kredit Rp8,43 Triliun, Dukung Ekspansi dan Proyek Nikel

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:19:09 WIB
Vale Indonesia INCO Raih Kredit Rp8,43 Triliun, Dukung Ekspansi dan Proyek Nikel

JAKARTA - Di tengah kebutuhan pendanaan besar untuk proyek hilirisasi dan pengembangan tambang, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengambil langkah strategis dengan mengamankan fasilitas kredit berbasis keberlanjutan. 

Pendanaan ini menjadi sinyal kuat komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung proyek-proyek strategis yang tengah berjalan.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) resmi menandatangani perjanjian fasilitas kredit bergulir terkait keberlanjutan (Sustainability-Linked Revolving Credit Facility) senilai US$500 juta atau sekitar Rp8,43 triliun.

Detail Fasilitas Kredit dan Opsi Greenshoe

Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia Anggun Kara Nataya menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut ditandatangani pada 25 Maret 2026. Fasilitas ini juga mencakup opsi greenshoe tambahan hingga senilai US$250 juta.

“Perseroan telah menandatangani perjanjian fasilitas dengan DBS Bank Ltd., Mizuho Bank, Ltd., PT Bank Mizuho Indonesia, dan United Overseas Bank Limited sebagai mandated lead arrangers, underwriters, dan bookrunners,” ujarnya.

Dalam struktur kesepakatan ini, United Overseas Bank Limited (UOB) bertindak sebagai Koordinator Tunggal sekaligus Koordinator Keberlanjutan Tunggal, sedangkan PT Bank DBS Indonesia ditunjuk sebagai Agen.

Tujuan Penggunaan Dana dan Jangka Waktu

Anggun menjelaskan fasilitas kredit ini akan digunakan untuk keperluan umum korporasi, termasuk pada belanja modal (capital expenditure/capex) dan kebutuhan modal kerja perseroan.

Fasilitas tersebut juga memiliki jangka waktu 24 bulan dengan opsi perpanjangan selama 12 bulan tambahan.

Adapun, langkah pendanaan dinilai penting bagi kelangsungan ekspansi INCO. Pasalnya, fasilitas kredit bergulir ini memberikan kepastian pendanaan bagi proyek-proyek pembangunan tambang dan fasilitas pengolahan nikel perseroan.

Dukungan terhadap Proyek Hilirisasi Nikel

“Ini memberikan kepastian pendanaan pada proyek-proyek pembangunan tambang dan fasilitas pengolahan nikel Perseroan, yang sebagian memasuki fase penyelesaian, akan selesai tepat waktu atau bahkan lebih awal,” ucap Anggun.

Sebagaimana diketahui, INCO tengah menggarap sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara dan blok Bahodopi di Sulawesi Tengah, yang menjadi bagian dari komitmen hilirisasi nikel nasional.

Implikasi Strategis bagi Ekspansi Perusahaan

Pendanaan berbasis keberlanjutan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Vale Indonesia di industri nikel global. Selain memastikan ketersediaan dana untuk proyek berjalan, fasilitas ini juga mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan internasional terhadap strategi bisnis jangka panjang perseroan.

Dengan dukungan pendanaan yang kuat, INCO diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategisnya sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya permintaan nikel, terutama untuk kebutuhan industri kendaraan listrik dan energi bersih.

Terkini