BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat Di 11 Wilayah Kamis 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:33:37 WIB
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat Di 11 Wilayah Kamis 26 Februari 2026

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan pada Kamis, 26 Februari 2026. 

Lembaga ini memprediksi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang akan melanda 11 wilayah di Indonesia akibat dinamika atmosfer yang kompleks.

Prakirawan BMKG, Puji Sibuea, menjelaskan bahwa kombinasi beberapa sistem cuaca memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah provinsi. “Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di (berbagai) wilayah,” ujarnya dalam siaran BMKG.

Peringatan dini ini berlaku untuk wilayah bagian barat hingga timur Indonesia. Peningkatan intensitas hujan muncul karena pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi. 

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya Lampung serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Australia bagian utara dan Laut Natuna Utara.

Dengan situasi tersebut, BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang telah diperingatkan siaga hujan lebat, agar risiko bencana akibat curah hujan tinggi dapat diminimalkan.

11 Wilayah Siaga Hujan Lebat

Berdasarkan data BMKG, ada 11 provinsi yang masuk dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Daftar wilayah tersebut meliputi:

Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sulawesi Selatan
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua Selatan

Provinsi-provinsi ini mengalami peningkatan potensi hujan yang cukup signifikan, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui saluran resmi BMKG. Selain itu, warga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat dan menjaga keamanan rumah serta lingkungan sekitar.

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar

Selain menetapkan status siaga untuk provinsi tertentu, BMKG juga merilis perkiraan cuaca harian untuk sejumlah kota besar.

Di Aceh, Jambi, Bengkulu, dan Denpasar, masyarakat diimbau mengantisipasi hujan disertai petir. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Makassar, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke.

Hujan ringan diperkirakan turun di sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk kota-kota seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mataram, Kupang, Kendari, Mamuju, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

Sebaliknya, masyarakat di Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Palu, dan Gorontalo akan merasakan cuaca berawan hingga berawan tebal. Dengan peta cuaca harian ini, warga dapat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan mereka agar tetap aman.

Faktor Penyebab Hujan Lebat

Peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat ini disebabkan oleh beberapa faktor meteorologi. Sistem konvergensi dan konfluensi menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan. Tekanan rendah di Samudra Hindia dan sirkulasi siklonik turut memicu curah hujan tinggi di wilayah Indonesia bagian barat hingga timur.

Selain itu, dinamika atmosfer yang kompleks termasuk interaksi antara angin muson, suhu laut, dan kelembapan udara juga memengaruhi pembentukan hujan deras. Kondisi ini sering terjadi bersamaan sehingga menghasilkan intensitas hujan yang signifikan.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan cuaca harian dan peringatan dini sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana, termasuk banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi akibat hujan deras.

Pentingnya Mengikuti Peringatan BMKG

Peringatan dini BMKG bukan sekadar informasi, melainkan panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat. Dengan mengetahui wilayah yang berstatus siaga hujan lebat, warga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari, menunda perjalanan, atau mengambil tindakan pencegahan di rumah dan lingkungan.

Masyarakat disarankan selalu memeriksa informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG, termasuk aplikasi, situs web, dan media sosial. Pemantauan rutin membantu mengurangi risiko dan memastikan keselamatan keluarga, kendaraan, dan harta benda.

Selain itu, pemerintah daerah dan pihak terkait diminta menyiapkan langkah mitigasi, seperti pembersihan drainase, pemantauan sungai, dan kesiapsiagaan tanggap darurat. Kerja sama antara warga dan instansi pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Dengan peringatan BMKG hari ini, masyarakat diharapkan lebih waspada, terutama di 11 wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat. Kesadaran dan tindakan cepat akan membantu meminimalkan risiko dan dampak dari hujan deras yang diperkirakan terjadi sepanjang hari.

Terkini