Penguatan SDM Jadi Strategi ABB Dorong Otomatisasi Industri Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:14:59 WIB
Penguatan SDM Jadi Strategi ABB Dorong Otomatisasi Industri Nasional

JAKARTA - Perkembangan teknologi otomatisasi dan dorongan menuju transisi energi hijau menuntut kesiapan lebih dari sekadar perangkat dan infrastruktur. 

Perusahaan teknologi global ABB menilai bahwa fondasi utama dari transformasi tersebut justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Bagi ABB, investasi terbesar dalam pengembangan otomatisasi industri di Indonesia bukan hanya pada mesin atau sistem, melainkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerjanya.

Pandangan ini mengemuka dalam pernyataan Vice President Divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara, Abhinav Harikumar, yang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. 

Menurutnya, keberhasilan otomatisasi dan transisi energi tidak dapat dilepaskan dari kesiapan manusia yang mengelola dan mengoperasikan teknologi tersebut.

SDM sebagai Investasi Strategis

Harikumar menekankan bahwa dalam konteks otomatisasi, investasi yang ditanamkan ABB salah satunya difokuskan pada pengembangan SDM. 

“Terkait dengan otomatisasi, investasi yang ditanamkan oleh ABB antara lain pada SDM. Tentunya dengan harapan agar dapat meningkatkan kualitas layanan yang disediakan bagi para pelaku industri,” kata Abhinav Harikumar.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem industri yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Otomatisasi bukan sekadar penggantian sistem manual menjadi digital, tetapi juga transformasi pola kerja, peningkatan efisiensi, serta penguatan daya saing industri nasional.

Dalam konteks Indonesia, peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai menjadi kunci agar teknologi global dapat diimplementasikan secara optimal di pasar domestik.

Tanpa dukungan SDM yang mumpuni, investasi perangkat canggih sekalipun tidak akan memberikan dampak maksimal bagi produktivitas dan keberlanjutan industri.

Kolaborasi Lintas Industri dan Pemangku Kepentingan

Lebih lanjut, Harikumar menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi SDM tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi elemen penting untuk memastikan transfer pengetahuan dan penerapan teknologi berjalan efektif.

“Kita sangat terbuka untuk kolaborasi dengan pemain industri. Karena pada akhirnya, jika kita bicara tentang otomatisasi atau transisi energi, kita tidak bisa bekerja sendirian. Ini harus dilakukan oleh semua pemain industri,” ujar dia.

Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama dengan pelaku industri teknologi, institusi pendidikan, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam ekosistem energi dan manufaktur. 

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi tantangan global.

Harikumar menilai bahwa otomatisasi dan transisi energi merupakan agenda bersama yang memerlukan pendekatan kolektif. Tanpa koordinasi dan kemitraan strategis, upaya transformasi akan berjalan lambat dan kurang efektif.

Investasi Tidak Hanya Berupa Infrastruktur

Dalam kesempatan yang sama, Harikumar juga menyoroti bahwa makna investasi kini semakin luas. Ia menegaskan bahwa investasi tidak semata-mata diwujudkan dalam bentuk pembangunan pabrik atau fasilitas fisik.

“Investasi, tentu ada berbagai macam wujud dari investasi tersebut. Seperti misalnya pendirian pabrik dan lainnya. Untuk ABB sendiri, kami kebetulan sudah punya usaha patungan atau joint venture. Kami juga melibatkan pabrik yang sudah saat ini memproduksi berbagai peralatan, tapi memang bukan berfokus pada otomatisasi,” jelasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi ABB di Indonesia mencakup berbagai pendekatan, termasuk kemitraan usaha patungan serta optimalisasi fasilitas produksi yang sudah ada. 

Meski tidak seluruhnya berfokus pada otomatisasi, langkah tersebut tetap menjadi bagian dari penguatan kehadiran perusahaan di pasar nasional.

Dengan model investasi yang beragam, ABB berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri lokal sekaligus mempertahankan standar teknologi global yang dimilikinya.

Keamanan Data dan Modernisasi Infrastruktur

Selain pengembangan SDM dan kolaborasi industri, aspek keamanan data juga menjadi perhatian penting dalam implementasi teknologi otomatisasi. Harikumar menegaskan bahwa perlindungan data dan modernisasi infrastruktur merupakan komponen fundamental dalam setiap proyek teknologi.

“Ini juga (melalui) meningkatkan perlindungan keamanan, dan juga modernisasi infrastruktur pun akan turut membantu mengelola risiko investasi,” kata dia.

Dalam era digitalisasi, sistem otomatisasi terhubung dengan jaringan data yang kompleks. Risiko keamanan siber dan gangguan sistem menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan memiliki standar keamanan tinggi serta mampu mendukung operasional secara berkelanjutan.

Modernisasi infrastruktur juga dinilai penting untuk mengurangi potensi kerugian akibat gangguan teknis maupun risiko investasi lainnya. Dengan sistem yang andal dan aman, implementasi otomatisasi dapat berjalan lebih stabil dan efisien.

Strategi Mitigasi Risiko Bersama

Harikumar kembali menekankan bahwa strategi mitigasi risiko tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri lainnya menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat.

“Tentunya strategi mitigasi ini tidak akan bisa dijalankan oleh satu pihak saja. Dalam hal ini, ABB misalnya dapat menyediakan teknologi global untuk pasar lokal seperti Indonesia. Dan pada saat yang sama, ABB juga akan menjalin kerja sama dengan akademisi, pemerintah, dan sebagainya,” ujar Harikumar.

Pendekatan tersebut memperlihatkan komitmen ABB untuk tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang mendukung pertumbuhan industri nasional. 

Dengan menghadirkan teknologi global yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, perusahaan berharap dapat berkontribusi pada percepatan transformasi industri dan transisi energi hijau di Indonesia.

Melalui penguatan SDM, kolaborasi lintas sektor, diversifikasi bentuk investasi, serta perhatian terhadap keamanan dan mitigasi risiko, ABB menegaskan bahwa pembangunan teknologi otomatisasi harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas manusia. 

Strategi ini diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan industri yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Terkini