Keamanan Produk Skincare untuk Ibu Hamil dan Janin di Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:59:50 WIB
Keamanan Produk Skincare untuk Ibu Hamil dan Janin di Indonesia

JAKARTA - Memasuki masa kehamilan, seorang ibu tidak hanya bertanggung jawab atas kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga kesejahteraan janin yang sedang berkembang. Salah satu aspek yang sering kali luput dari perhatian ekstra adalah rutinitas perawatan wajah. Padahal, kehamilan menjadi fase krusial yang menuntut kehati-hatian lebih tinggi, termasuk dalam penggunaan produk perawatan kulit. Kandungan bahan kimia tertentu dalam skincare tidak hanya berisiko bagi kesehatan kulit ibu, tetapi juga berpotensi berdampak pada perkembangan janin, terutama bila digunakan tanpa pengawasan dan dalam jangka panjang.

Kewaspadaan ini menjadi semakin krusial mengingat kondisi pasar kosmetik saat ini. Risiko ini semakin relevan di tengah maraknya peredaran produk kosmetik yang menjanjikan hasil instan, seperti kulit cerah atau putih dalam waktu singkat. Tanpa pemahaman yang memadai mengenai komposisi bahan kimia, ibu hamil bisa saja terpapar zat yang berbahaya bagi proses pembentukan organ bayi di dalam kandungan.

Potret Bahaya Produk Tanpa Izin Edar dan Temuan BPOM

Dunia kecantikan Indonesia baru-baru ini dikejutkan oleh data pengawasan otoritas kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat temuan signifikan dari hasil pengawasan terhadap 731 klinik kecantikan di berbagai wilayah Indonesia pada 19–23 Februari 2024. Dalam periode tersebut, BPOM menemukan 51.791 produk kosmetik dengan nilai ekonomi sekitar Rp2,8 miliar. Temuan ini menjadi peringatan keras bagi para calon ibu untuk lebih selektif dalam memilih tempat perawatan.

Statistik dari BPOM menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: dari jumlah tersebut, sebanyak 73,4 persen merupakan kosmetik tanpa izin edar, sementara 11,5 persen lainnya mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan-bahan tersebut umumnya ditambahkan pada produk krim wajah untuk memberikan efek instan sesuai tingginya permintaan pasar, namun justru menyimpan risiko kesehatan jika digunakan secara tidak tepat, termasuk pada ibu hamil. Data tersebut menjadi pengingat bahwa pemilihan produk perawatan kulit perlu dilakukan secara lebih cermat, terutama bagi ibu hamil, karena sejumlah kandungan tertentu berpotensi menimbulkan risiko jika digunakan tanpa kehati-hatian.

Bahaya Retinoid dan Hydroquinone bagi Pertumbuhan Janin

Di antara sekian banyak bahan aktif dalam kosmetik, golongan retinoid menempati urutan atas dalam daftar pantauan medis. Topical Retinoids seperti tretinoin kerap digunakan untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Meski penyerapannya melalui kulit relatif rendah, bahan ini tetap berisiko terhadap perkembangan janin sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan. Para ahli menyarankan penggunaan bahan alternatif yang lebih lembut agar tidak mengganggu sistem biologis calon bayi.

Selain retinoid, bahan pencerah kulit yang sangat populer namun berisiko adalah Hydroquinone (agen pencerah kulit). Hydroquinone memiliki tingkat penyerapan sistemik yang cukup tinggi dibandingkan bahan kosmetik lain. Paparan berlebihan dapat meningkatkan masuknya zat aktif ke dalam tubuh, sehingga penggunaannya selama kehamilan perlu dibatasi secara ketat. Hal ini penting untuk meminimalkan akumulasi zat kimia dalam aliran darah ibu yang dapat terdistribusi ke janin.

Bahan Aktif dengan Tingkat Keamanan yang Relatif Terukur

Meski banyak yang harus dihindari, bukan berarti ibu hamil tidak bisa merawat kulit sama sekali. Ada beberapa bahan yang, jika digunakan dengan dosis yang tepat, dinilai memiliki risiko minimal. Contohnya adalah Salicylic Acid atau asam salisilat yang umum ditemukan dalam produk jerawat dan eksfoliasi. Penyerapan melalui kulit tergolong kecil, sehingga risikonya relatif rendah bila digunakan terbatas dan tidak berlebihan. Begitu pula dengan Benzoyl Peroxide yang diaplikasikan ke kulit sebagian besar akan terurai dan dikeluarkan oleh tubuh. Dengan penyerapan sistemik yang sangat minimal, bahan ini umumnya aman bila digunakan secara wajar selama kehamilan.

Untuk perbaikan tekstur kulit, penggunaan Glycolic Acid masih dianggap dapat ditoleransi. Glycolic acid termasuk golongan AHA yang digunakan untuk memperbaiki tekstur kulit. Penyerapan ke dalam tubuh sangat kecil, sehingga pemakaian topikal dalam kadar kosmetik umumnya tidak menimbulkan risiko berarti. Ini memberikan opsi bagi ibu hamil yang ingin tetap menjaga kesegaran wajah tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Keamanan Produk Self-Tanning dan Perawatan Rambut

Ibu hamil yang ingin mengubah tampilan kulit atau rambut sering kali ragu mengenai keamanan produk penunjang. Berdasarkan studi literatur medis, Produk Self-tanning memiliki mekanisme kerja yang unik di mana bahan aktif dalam produk self-tanning hanya terserap dalam jumlah sangat kecil. Dengan karakteristik tersebut, pemakaian topikal dinilai tidak membahayakan kehamilan.

Hal serupa berlaku pada Produk Penghilang dan Pemutih Rambut. Krim depilatori dan produk pemutih rambut mengandung zat kimia dengan penyerapan sistemik yang sangat rendah. Selama digunakan sesuai aturan dan tidak berlebihan, produk ini umumnya tidak menimbulkan masalah pada kehamilan. Kendati demikian, pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM dan tidak memiliki bau yang terlalu menyengat yang bisa memicu mual.

Ancaman Serius Merkuri terhadap Saraf dan Perkembangan Bayi

Bahan yang paling harus dijauhi oleh siapapun, terutama ibu hamil, adalah logam berat. Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang kerap ditambahkan pada krim wajah sebagai bahan pemutih dan dapat terserap ke dalam tubuh melalui kulit maupun pernapasan. Penggunaan merkuri adalah bentuk malpraktik kecantikan yang memiliki dampak permanen dan sangat merusak.

Paparan jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan organ dan saraf, serta pada ibu hamil dapat menghambat perkembangan janin dan memicu cacat lahir. Tidak ada batas aman untuk merkuri dalam kosmetik; kehadirannya adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup dan kualitas kesehatan bayi di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk curiga terhadap krim wajah yang tidak memiliki merek jelas namun menjanjikan pemutihan kulit dalam hitungan hari.

Terkini