JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi prioritas utama guna memastikan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Mengantisipasi adanya potensi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar akibat meningkatnya permintaan pasar, otoritas keamanan di Jawa Timur mulai bergerak aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap rantai distribusi pangan yang sering kali mengalami fluktuasi di momen-momen besar keagamaan.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Timur melakukan pengecekan secara mendalam terhadap kestabilan harga sembako di berbagai pasar tradisional dan distributor besar di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menjamin bahwa masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang melampaui ketentuan pemerintah, sekaligus memastikan bahwa pasokan komoditas penting tetap lancar dari hulu hingga ke tangan konsumen.
Langkah Preventif Menghadapi Tekanan Inflasi Musiman
Sudut pandang pengawasan kali ini lebih ditekankan pada aspek preventif. Polisi tidak hanya sekadar memantau angka di papan harga, tetapi juga menelusuri ketersediaan stok di gudang-gudang penyimpanan. Jelang Ramadan, kecenderungan konsumsi masyarakat yang meningkat sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memainkan harga melalui skema penahanan stok.
Satgas Pangan Polda Jatim menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil bagi siapa saja yang terbukti melakukan praktik kartel atau penimbunan. Dengan pengecekan rutin yang dilakukan secara berkala sejak awal Februari ini, diharapkan gejolak harga dapat diredam sedini mungkin. Peninjauan ini melibatkan berbagai pihak terkait guna mensinkronkan data antara kebutuhan masyarakat dengan stok yang tersedia di pasar, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat jika ditemukan adanya kelangkaan pada komoditas tertentu.
Pantauan Harga Komoditas Utama di Pasar Tradisional
Dalam inspeksi lapangan, perhatian khusus diberikan pada komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan harga, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, serta aneka bumbu dapur. Berdasarkan data yang dihimpun selama pengecekan, mayoritas harga kebutuhan pokok di Jawa Timur masih berada dalam koridor yang relatif stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan tipis namun masih dalam batas wajar.
Polda Jatim melalui Satgas Pangan terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan instansi terkait untuk menjaga agar Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap dipatuhi oleh para pedagang. Selain itu, pemantauan ini juga bertujuan untuk menyerap aspirasi dari para pedagang mengenai kendala distribusi yang mereka hadapi, sehingga pemerintah daerah dapat segera mencarikan solusi distribusi agar biaya logistik tidak memicu kenaikan harga barang di tingkat pengecer.
Komitmen Keamanan Pangan Bagi Masyarakat Jawa Timur
Kegiatan rutin ini diharapkan dapat memberikan rasa aman secara finansial bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku. Polda Jatim berkomitmen untuk terus mengawal pergerakan harga ini hingga Hari Raya Idulfitri mendatang. Pengawasan tidak hanya terpusat di Surabaya sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga dilakukan secara serentak oleh Satgas Pangan di tingkat Polres jajaran di seluruh wilayah Jawa Timur.
Melalui pengawasan yang ketat dan transparan, Satgas Pangan Polda Jatim optimis bahwa ketersediaan sembako selama bulan Ramadan akan tercukupi dengan harga yang terjangkau. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau belanja secara berlebihan, karena berdasarkan hasil cek lapangan, stok bahan pokok dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga sepanjang bulan puasa hingga lebaran nanti.
Informasi lebih lanjut mengenai detail pengecekan kelaikan harga ini terus diperbarui seiring dengan berjalannya operasi di lapangan. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan adanya dugaan praktik kecurangan harga juga sangat diharapkan demi terciptanya ekosistem perdagangan yang sehat dan adil bagi semua pihak.