Berapa Modal Usaha Gorengan? Ini Perhitungan Lengkap & Tips Memulainya

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:12:51 WIB
modal usaha gorengan

Jakarta - Berapa modal usaha gorengan? Menjadi salah satu pertanyaan yang kerap diajukan bagi pelaku yang ingin memulai bisnis ini. 

Usaha jual gorengan menjadi satu peluang bisnis yang menarik di Indonesia karena jajanan ini sangat populer. 

Hampir di setiap sudut kota, area sekolah, kampus, dan perkantoran, gorengan seperti bakwan, tempe goreng, tahu isi, hingga risoles selalu diminati banyak orang berkat rasa gurihnya dan harganya yang terjangkau.

Tidak heran bila banyak orang memilih gorengan sebagai peluang usaha. Selain mudah dibuat, bisnis ini terkenal tidak membutuhkan modal besar, namun jika dijalankan dengan strategi yang tepat, dapat mendatangkan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Pertanyaannya kemudian, berapa besar modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha gorengan? 

Ulasan lengkap mengenai perhitungan modal, estimasi keuntungan, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis ini bisa menjadi panduan bagi calon pengusaha.

Dengan perencanaan yang matang, modal usaha gorengan bisa dioptimalkan untuk membangun bisnis yang sukses dan berkelanjutan.

Berapa Modal Usaha Gorengan?

Banyak pemula sering bertanya-tanya tentang besarnya modal usaha gorengan saat ingin memulai bisnis kecil. 

Kabar baiknya, bisnis ini termasuk usaha kuliner dengan biaya awal yang tergolong rendah dan bisa disesuaikan dengan skala serta kemampuan finansial masing-masing.

Komponen Modal Awal untuk Memulai Usaha Gorengan

Memulai usaha gorengan membutuhkan beberapa komponen biaya yang berbeda, yang bisa dibagi sebagai berikut:

a. Bahan-bahan utama
Bahan-bahan gorengan relatif murah dan mudah ditemukan di pasar atau toko kelontong. Beberapa bahan pokok meliputi tepung terigu, sayuran seperti wortel, kol, dan daun bawang, tahu, tempe, minyak goreng, bumbu, serta tambahan lain sesuai selera. 

Perkiraan biaya untuk bahan-bahan awal sekitar Rp100.000.

b. Peralatan memasak
Alat-alat dasar seperti wajan, spatula, saringan minyak, baskom, pisau, dan talenan sangat penting untuk menjalankan usaha ini. Biaya untuk peralatan sederhana diperkirakan sekitar Rp250.000.

c. Kompor dan tabung gas
Kompor dan tabung gas merupakan kebutuhan utama untuk proses memasak harian. Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk keduanya sekitar Rp350.000.

d. Gerobak (opsional)
Bagi yang berjualan di pinggir jalan atau area publik, gerobak menjadi sarana penting. Harga gerobak bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp2.000.000, tergantung material dan desainnya. Jika penjualan dilakukan di rumah, biaya ini bisa ditekan atau dihilangkan.

e. Biaya tambahan
Kebutuhan lain seperti plastik kemasan, kertas minyak, lap, wadah display, dan perlengkapan kecil lainnya biasanya memerlukan dana sekitar Rp200.000.

Perkiraan Total Modal Awal

Jika semua komponen dijumlahkan, estimasi total modal awal untuk memulai usaha gorengan adalah:

  • Bahan-bahan: Rp100.000
  • Peralatan memasak: Rp250.000
  • Kompor dan tabung gas: Rp350.000
  • Gerobak (minimal): Rp300.000
  • Biaya tambahan: Rp200.000

Sehingga total perkiraan modal awal sekitar Rp1.200.000. Perlu diingat, angka ini bersifat estimasi dan bisa berbeda tergantung harga bahan, lokasi usaha, dan skala penjualan. 

Secara umum, bisnis gorengan dapat dimulai dengan modal sekitar satu hingga dua juta rupiah.

Estimasi Omset dan Keuntungan Jualan Gorengan

Selain modal, potensi keuntungan menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan sebelum memulai usaha gorengan.

1. Perkiraan Omset Harian dan Bulanan

Sebagai contoh:

  • Harga satu gorengan: Rp1.000
  • Jumlah penjualan per hari: 200 buah

Maka, perhitungannya sebagai berikut:

  • Omset harian = 200 x Rp1.000 = Rp200.000
  • Omset bulanan (30 hari) = Rp200.000 x 30 = Rp6.000.000

2. Cara Menghitung Keuntungan

Keuntungan usaha dihitung dengan mengurangi omset dari total biaya operasional dan modal. Misalnya:

  • Omset bulanan: Rp6.000.000
  • Perkiraan biaya operasional dan modal awal: Rp1.200.000

Sehingga, perkiraan keuntungan bersih per bulan sekitar Rp4.800.000.

Nilai ini masih bisa meningkat jika harga jual dinaikkan, penjualan meningkat, atau ada momen tertentu seperti bulan puasa, hari libur, atau acara khusus yang meningkatkan permintaan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memulai Usaha Jualan Gorengan

Agar bisnis gorengan berjalan lancar dan dapat bertahan dalam jangka panjang, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan:

1. Analisis Bisnis dan Target Pasar

Lakukan riset sederhana terkait lokasi, pesaing, dan preferensi konsumen. Tentukan target penjualan harian yang realistis dan lakukan evaluasi secara berkala untuk menyesuaikan strategi usaha.

2. Pilih Bahan Berkualitas dan Higienis

Kualitas bahan sangat berpengaruh pada rasa dan kepercayaan pelanggan. Gunakan bahan segar, hindari penggunaan minyak berulang kali secara berlebihan, dan pastikan proses memasak selalu bersih.

3. Tentukan Variasi Produk yang Menarik

Semakin beragam jenis gorengan yang ditawarkan, semakin besar peluang menarik konsumen. Pilihan menu bisa berupa bakwan, tempe, risoles, cireng, atau gorengan kekinian seperti cireng isi dan pisang goreng dengan topping.

4. Kreativitas dan Inovasi

Menciptakan inovasi pada rasa, isian, atau tingkat kepedasan bisa menjadi pembeda dari pesaing. Gorengan unik dan kekinian memiliki potensi menjadi populer dan meningkatkan penjualan.

5. Pilih Lokasi Strategis

Lokasi yang ramai seperti dekat sekolah, kampus, perkantoran, atau area publik sangat menentukan volume penjualan harian.

6. Tetapkan Harga Kompetitif

Sesuaikan harga dengan kualitas produk dan daya beli konsumen. Harga yang terjangkau tetap menjadi faktor utama daya tarik gorengan.

7. Manfaatkan Media Sosial dan Layanan Online

Promosi melalui media sosial, foto produk yang menarik, dan penggunaan layanan pesan online dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.

8. Pelayanan dan Pencatatan Keuangan

Pelayanan yang cepat dan ramah dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Jangan lupa mencatat setiap transaksi agar pengelolaan keuangan usaha tetap rapi dan terkontrol dengan baik.

FAQ Seputar Jualan Gorengan

  1. Apakah usaha gorengan masih menguntungkan saat ini?
    Gorengan masih diminati berbagai kalangan dan cenderung relatif stabil meski harga bahan pokok naik.
  2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk pemula?
    Untuk memulai usaha gorengan skala kecil, modal sekitar Rp1–2 jutaan biasanya sudah cukup.
  3. Apakah wajib menggunakan gerobak?
    Tidak selalu. Anda bisa berjualan dari rumah atau menitipkan produk di warung untuk mengurangi biaya awal.
  4. Berapa perkiraan keuntungan bersih per bulan?
    Dengan penjualan yang stabil, keuntungan bersih bisa mencapai Rp4–5 jutaan per bulan, tergantung pada skala usaha.
  5. Apa rahasia agar usaha gorengan bertahan lama?
    Kunci utamanya adalah menjaga kualitas dan kebersihan, terus berinovasi dengan produk, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

Sebagai penutup, dengan perencanaan matang dan strategi tepat, modal usaha gorengan bisa dioptimalkan untuk membangun bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Terkini