LRT Jabodebek Jalani Audit Kelayakan Jelang Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:39:45 WIB
LRT Jabodebek Jalani Audit Kelayakan Jelang Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang periode sibuk Ramadan dan Idul Fitri 2026, jaminan keamanan serta kenyamanan transportasi publik menjadi fokus utama pemerintah. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan operasional LRT Jabodebek. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi lonjakan drastis pengguna yang diprediksi akan memanfaatkan moda transportasi berbasis rel ini sebagai sarana mobilitas utama selama masa libur nasional.

Audit kelayakan ini mencakup pemeriksaan teknis pada seluruh rangkaian kereta serta fasilitas penunjang di stasiun-stasiun strategis. Kemenhub ingin memastikan bahwa performa LRT Jabodebek tetap berada pada level optimal meski berada di bawah tekanan volume penumpang yang tinggi.

Sinergi KAI dan DJKA dalam Menjaga Standar Layanan

Kesiapan layanan transportasi bukan hanya soal teknis mesin, melainkan tentang menjaga kepercayaan publik. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengungkapkan bahwa keberadaan transportasi yang handal adalah faktor kunci dalam melayani masyarakat pada momen penting seperti Lebaran.

"Pada periode Lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman dan dapat diandalkan meningkat signifikan. Melalui pemeriksaan menyeluruh ini, KAI memastikan seluruh sistem dan fasilitas LRT Jabodebek siap melayani mobilitas masyarakat secara tertib, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Radhitya dalam keterangan resminya.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim gabungan dari DJKA Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sebanyak 18 stasiun serta seluruh armada kereta tidak luput dari peninjauan mendalam. Tim mengevaluasi berbagai aspek vital, mulai dari integritas sistem keselamatan, keandalan operasional, hingga kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat umum.

Prioritas Aksesibilitas Bagi Kelompok Rentan

Salah satu poin penting dalam inspeksi kali ini adalah memastikan inklusivitas layanan. Kemenhub dan KAI memberikan perhatian ekstra pada fasilitas prioritas untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dapat menikmati perjalanan dengan tenang.

"Perhatian khusus diberikan pada fasilitas bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta pengguna dengan anak, untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tenang selama menggunakan LRT Jabodebek," kata Radhitya.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, secara umum layanan LRT Jabodebek telah memenuhi parameter yang ditetapkan. Seluruh proses audit ini berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum. Hasil yang positif ini menjadi modal kuat bagi KAI untuk menghadapi tantangan logistik selama periode mudik dan liburan.

Komitmen pada Mobilitas Terintegrasi dan Efisien

Pihak operator menegaskan bahwa LRT Jabodebek telah berevolusi bukan sekadar sebagai moda transportasi harian bagi pekerja perkotaan, namun telah siap menjadi solusi transportasi nasional yang terintegrasi.

"Melalui langkah ini, KAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan LRT Jabodebek yang tidak hanya sebagai moda transportasi publik perkotaan harian, namun juga siap menghadapi tantangan mobilitas saat Angkutan Lebaran, yang mendukung pergerakan masyarakat secara lebih aman, efisien, dan terintegrasi," tambah Radhitya.

Tren Kenaikan Pengguna di Awal Tahun

Optimisme terhadap kesiapan LRT Jabodebek juga didukung oleh data pertumbuhan pengguna yang cukup signifikan. Pada pekan pertama Januari 2026, tercatat sebanyak 552.105 orang telah menggunakan layanan ini. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 27 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 434.369 pengguna.

Radhitya Mardika menilai bahwa tren ini membuktikan transportasi berbasis rel kini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam beraktivitas. Keunggulan utama seperti jadwal yang pasti dan integrasi antarmoda menjadi daya tarik yang sulit digantikan oleh moda transportasi lain.

"Transportasi publik berbasis rel semakin dimanfaatkan karena menawarkan perjalanan yang terjadwal, terintegrasi, dan lebih efisien," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Minggu.

Stasiun Dukuh Atas Menjadi Titik Tersibuk

Dari segi distribusi penumpang, Stasiun Dukuh Atas masih memegang rekor sebagai stasiun dengan volume pengguna tertinggi, yakni mencapai 152.633 orang di awal tahun ini. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Harjamukti dengan 125.327 pengguna, dan Stasiun Kuningan dengan 111.827 pengguna.

Ketiga titik ini diprediksi akan menjadi pusat kepadatan selama libur Lebaran 2026, mengingat fungsinya sebagai simpul perjalanan utama masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Pengelolaan Barang Tertinggal Sebagai Bentuk Pelayanan

Di balik angka penumpang yang besar, tersimpan fakta menarik mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab pelayanan petugas. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 6.995 barang milik pengguna yang tertinggal di area stasiun maupun di dalam gerbong kereta, dengan taksiran nilai mencapai Rp 797,7 juta.

Manajemen LRT Jabodebek menunjukkan dedikasinya dengan berhasil mengembalikan 3.399 barang kepada pemilik yang sah. Radhitya menekankan bahwa pengelolaan barang tertinggal adalah bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan yang prima.

"Di tengah kepadatan dan ritme perjalanan harian, pengelolaan barang bawaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama," tutup Radhitya.

Pemeriksaan kesiapan ini diharapkan mampu menjamin kelancaran arus penumpang di masa angkutan Lebaran, menjadikan LRT Jabodebek sebagai moda yang dapat diandalkan demi terwujudnya perjalanan yang selamat dan berkesan bagi seluruh warga.

Terkini