Langkah Berani Elon Musk: Merger SpaceX dan xAI Cetak Rekor Dunia

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:08:06 WIB
Langkah Berani Elon Musk: Merger SpaceX dan xAI Cetak Rekor Dunia

JAKARTA - Dunia teknologi dan kedirgantaraan baru saja diguncang oleh salah satu manuver korporasi paling spektakuler di abad ini. Elon Musk, sang teknokrat di balik berbagai inovasi disruptif, secara resmi mengonsolidasikan kekuatan komputasi masa depan dengan infrastruktur antariksa. Langkah ini tidak hanya sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan upaya radikal untuk menciptakan ekosistem yang saling menguatkan, di mana kecerdasan buatan akan menjadi otak bagi eksplorasi bintang-bintang. Konsolidasi ini diprediksi akan mengubah lanskap kompetisi global, menempatkan Musk dalam posisi tawar yang tak tertandingi di hadapan para raksasa Silicon Valley lainnya.

SpaceX mengakuisisi perusahaan rintisan kecerdasan buatan xAI dalam sebuah transaksi bernilai rekor, menandai langkah besar Elon Musk untuk menyatukan ambisi di bidang AI dan antariksa. Akuisisi ini menggabungkan perusahaan roket dan satelit milik Musk dengan pengembang chatbot Grok, dalam salah satu kolaborasi paling ambisius di sektor teknologi sejauh ini. Dengan penggabungan ini, ketergantungan SpaceX pada teknologi pihak ketiga dipastikan akan berkurang drastis seiring dengan integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem navigasi dan operasional satelit mereka.

Integrasi Infrastruktur Antariksa dan Kekuatan Komputasi AI

Kesepakatan tersebut, yang pertama kali dilaporkan Reuters pekan lalu, mengombinasikan kontraktor antariksa dan pertahanan dengan pengembang AI yang berkembang pesat, namun memiliki struktur biaya tinggi yang ditopang oleh kebutuhan chip, pusat data, dan energi. Langkah ini juga berpotensi memperkuat ambisi SpaceX di bisnis pusat data, di tengah persaingan ketat dengan raksasa AI seperti Google (Alphabet), Meta, Anthropic yang didukung Amazon, serta OpenAI. Sinergi ini memungkinkan xAI menggunakan infrastruktur energi dan satelit SpaceX untuk menyokong kebutuhan daya pusat data mereka yang masif.

Menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut, SpaceX dinilai sebesar US$1 triliun, sementara xAI dihargai US$250 miliar. Nilai fantastis ini mencerminkan optimisme investor terhadap potensi penggabungan dua entitas tercanggih di bawah kendali Musk. “Ini bukan sekadar bab berikutnya, melainkan buku berikutnya dalam misi SpaceX dan xAI: berkembang untuk menciptakan matahari berkesadaran guna memahami alam semesta dan memperluas cahaya kesadaran hingga ke bintang-bintang,” ujar Musk, menggambarkan visi filosofis di balik merger raksasa ini.

Rekor Transaksi M&A Terbesar dalam Sejarah Global

Dilihat dari sisi nilai kapitalisasi, merger ini telah mengukuhkan posisinya dalam buku sejarah ekonomi dunia. Akuisisi xAI ini menjadi transaksi merger dan akuisisi (M&A) terbesar dalam sejarah dunia, melampaui rekor yang bertahan lebih dari 25 tahun sejak Vodafone mengakuisisi Mannesmann dari Jerman senilai US$203 miliar pada 2000, berdasarkan data LSEG. Sumber lain menyebutkan, entitas gabungan SpaceX dan xAI diperkirakan akan menetapkan harga saham sekitar US$527 per lembar.

SpaceX sebelumnya telah menjadi perusahaan swasta paling bernilai di dunia, dengan valuasi terakhir mencapai US$800 miliar dalam transaksi penjualan saham internal. Sementara itu, xAI terakhir dinilai US$230 miliar pada November, menurut Wall Street Journal. Merger ini terjadi di tengah rencana SpaceX untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) besar-besaran tahun ini, yang diperkirakan dapat mendorong valuasi perusahaan melampaui US$1,5 triliun, menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Konsolidasi "Muskonomy" dan Potensi Tantangan Regulasi

Meskipun disambut antusias oleh sebagian besar investor, kesepakatan ini semakin mengonsolidasikan kerajaan bisnis Musk ke dalam satu ekosistem yang saling menguatkan—yang oleh sebagian investor dan analis dijuluki sebagai “Muskonomy” yang mencakup Tesla, perusahaan implan otak Neuralink, serta perusahaan infrastruktur The Boring Company. Musk dikenal memiliki rekam jejak menggabungkan berbagai usahanya. Tahun lalu, ia mengintegrasikan platform media sosial X ke dalam xAI melalui pertukaran saham, sehingga startup AI tersebut memperoleh akses ke data dan distribusi platform tersebut. Pada 2016, Musk juga menggunakan saham Tesla untuk mengakuisisi perusahaan energi surya miliknya, SolarCity.

Namun, transaksi ini berpotensi menarik pengawasan regulator dan investor, terutama terkait tata kelola, valuasi, dan konflik kepentingan, mengingat peran kepemimpinan Musk yang tumpang tindih di berbagai perusahaan, serta potensi perpindahan insinyur, teknologi proprietary, dan kontrak antar-entitas. Hingga berita ini diturunkan, SpaceX, xAI, dan Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait isu tata kelola ini.

Selain itu, SpaceX memiliki kontrak federal bernilai miliaran dolar AS dengan NASA, Departemen Pertahanan AS, serta lembaga intelijen, yang memiliki kewenangan untuk meninjau transaksi M&A terkait keamanan nasional dan risiko lainnya. Keterlibatan AI yang sangat mendalam pada perusahaan yang memegang rahasia pertahanan negara dipastikan akan menjadi subjek tinjauan ketat dari pemerintah Amerika Serikat guna memastikan tidak ada kebocoran data sensitif dalam proses integrasi teknologi ini.

Terkini