Strategi Ekspansi Ritel Kecantikan Sasar Potensi Besar Indonesia Timur

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:08:03 WIB
Strategi Ekspansi Ritel Kecantikan Sasar Potensi Besar Indonesia Timur

JAKARTA - Peta pertumbuhan industri ritel di Indonesia kini tengah mengalami pergeseran signifikan ke arah timur. Wilayah yang sebelumnya sering dianggap sebagai pasar pelengkap, kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan, didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat urban dan kesadaran akan perawatan diri. Masuknya ritel modern ke wilayah ini bukan sekadar upaya memperluas jaringan bisnis, melainkan sebuah misi untuk menghadirkan standar kualitas produk yang setara dengan wilayah barat, sekaligus merespons antusiasme komunitas pencinta kecantikan yang terus bertumbuh pesat.

Ekspansi ritel kecantikan mulai bergeser ke kawasan Indonesia Timur seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perawatan diri. Kota Sorong, Papua Barat Daya, menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pasar seiring berkembangnya komunitas konsumen kecantikan dan meningkatnya daya beli urban. Kehadiran fisik toko ritel menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen akan akses langsung terhadap produk yang tepercaya.

Sorong sebagai Hub Baru Pertumbuhan Ekonomi Papua

Momentum tersebut ditangkap Sociolla, dengan membuka toko omnichannel pertamanya di Sorong, tepatnya Paragon Square Sorong pada 23 Januari 2026 dan resmi dibuka untuk publik pada akhir Januari. Langkah ini membuktikan bahwa Sorong memiliki posisi strategis dalam rantai distribusi produk gaya hidup di tanah Papua. Pembukaan gerai di Sorong menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas jangkauan ke kawasan timur Indonesia, sekaligus mendekatkan akses terhadap produk kecantikan yang aman dan terdaftar BPOM.

Secara data, performa wilayah ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sepanjang 2025, Sorong tercatat sebagai salah satu kota dengan kontribusi penjualan terbesar di Indonesia Timur dan menempati peringkat kelima setelah Jayapura, Ambon, Ternate, dan Mimika. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang konsisten dan basis pelanggan yang loyal di kawasan tersebut.

Visi Aksesibilitas dan Keamanan Produk bagi Konsumen

Pemilihan lokasi ekspansi didasarkan pada riset mendalam mengenai perilaku konsumen setempat yang kian selektif dalam memilih produk. Co-founder & CEO Social Bella Christopher Madiam mengatakan, pemilihan Sorong didasarkan pada potensi pasar yang terus berkembang serta karakter konsumen yang semakin sadar akan kualitas dan keamanan produk kecantikan.

“Pembukaan toko pertama di Sorong merupakan bagian dari visi kami untuk memperluas akses kecantikan yang aman dan tepercaya hingga ke Indonesia Timur. Kami melihat Papua memiliki potensi besar dengan komunitas beauty enthusiast yang terus bertumbuh,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (2/2). Visi ini menekankan pentingnya standarisasi keamanan produk di seluruh pelosok negeri.

Inovasi Omnichannel dan Dominasi Kategori Parfum

Dari sisi konsep, gerai ini mengusung model omnichannel yang terintegrasi dengan aplikasi SOCO. Konsumen dapat mengecek ketersediaan produk secara real time, mengakses ulasan, hingga memanfaatkan layanan Click & Collect. Teknologi ini memungkinkan adanya jembatan antara pengalaman berbelanja daring dan luring secara mulus bagi warga Sorong. Adapun kurasi produk disesuaikan dengan preferensi konsumen Papua dan Indonesia Timur, mulai dari kategori skincare, makeup, hingga parfum.

Menariknya, terdapat tren unik pada data internal perusahaan yang menunjukkan bahwa parfum menjadi kategori pembelian terbesar kedua di Indonesia Timur setelah skincare, dengan tren minat yang terus meningkat. Menjawab peluang tersebut, gerai di Sorong diposisikan sebagai salah satu destinasi utama parfum lokal dengan pilihan yang lebih lengkap. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat diferensiasi ritel sekaligus menangkap potensi pertumbuhan kategori non-skincare di kawasan timur.

Dampak Sosial dan Inklusivitas Ekonomi Lokal

Selain aspek bisnis, pembukaan gerai juga membawa dampak ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan talenta setempat. Perusahaan menilai kehadiran ritel modern di daerah turut berperan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif. Penyerapan tenaga kerja dari putra-putri daerah menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan investasi di wilayah Papua Barat Daya.

Ke depan, perluasan jaringan ritel kecantikan ke kawasan Indonesia Timur diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya konsumsi produk perawatan diri. Bagi pelaku usaha, kawasan ini tidak lagi dipandang sebagai pasar pelengkap, melainkan sebagai sumber pertumbuhan baru di industri kecantikan nasional. Sinergi antara teknologi digital dan kehadiran fisik toko diprediksi akan menjadi kunci utama dalam memenangkan hati konsumen di wilayah timur Indonesia.

Terkini