Pertumbuhan Kendaraan Listrik Indonesia Makin Dekati Posisi Puncak ASEAN

Senin, 02 Februari 2026 | 10:19:20 WIB
Pertumbuhan Kendaraan Listrik Indonesia Makin Dekati Posisi Puncak ASEAN

JAKARTA - Perubahan lanskap industri otomotif di Asia Tenggara mulai terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. 

Indonesia, yang sebelumnya tertinggal dalam adopsi kendaraan listrik berbasis baterai, kini menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan. Pasar domestik tidak lagi sekadar mengikuti tren global, tetapi mulai membentuk momentum sendiri yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Dalam dua tahun terakhir, lonjakan penjualan kendaraan listrik di Indonesia menjadi sinyal penting bahwa transformasi sedang berlangsung. 

Pertumbuhan ini bukan hanya dipicu oleh meningkatnya kesadaran lingkungan, tetapi juga oleh kombinasi kebijakan pemerintah, ketersediaan produk, serta perubahan preferensi konsumen. Dampaknya, jarak Indonesia dengan Thailand sebagai pemain utama kendaraan listrik di ASEAN semakin menyempit.

Pemerintah menilai fase perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia telah bergeser. 

Dari yang semula bersifat terbatas dan eksperimental, kini kendaraan listrik mulai menembus pasar arus utama. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tidak hanya mengejar, tetapi juga melampaui Thailand dalam waktu relatif dekat.

Fase Baru Pertumbuhan Kendaraan Listrik Nasional

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menilai tren kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia telah memasuki tahap pertumbuhan eksponensial. Menurutnya, pasar tidak lagi bergerak lambat seperti pada masa awal pengenalan kendaraan listrik.

“Pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai ini sudah bukan lagi sekadar produk eksotik atau niche, tetapi mulai masuk ke industri arus utama,” ujar Rachmat.

Ia menjelaskan bahwa secara global, pasar otomotif cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di tengah kondisi tersebut, kendaraan listrik justru menunjukkan performa berbeda dengan kontribusi yang semakin besar terhadap total penjualan kendaraan. 

Fenomena ini juga tercermin di Indonesia, di mana kendaraan listrik mulai mengambil porsi yang lebih signifikan.

Perbandingan Indonesia dan Thailand yang Kian Menyempit

Jika menilik data historis, posisi Indonesia dalam peta kendaraan listrik ASEAN sebelumnya masih tertinggal. Pada 2022, pangsa pasar kendaraan listrik Indonesia berada di kisaran 1 persen, sedikit di bawah Thailand yang telah mencapai sekitar 1,3 persen. Selisih ini menjadikan Thailand sebagai tolok ukur utama bagi negara-negara di kawasan.

Namun, situasi berubah drastis sejak 2023. Hingga 2025, pasar kendaraan listrik Indonesia tumbuh rata-rata 146 persen per tahun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan Thailand yang mulai melambat di kisaran 24 persen. Perbedaan laju tersebut menjadi faktor utama yang mempercepat penyempitan jarak kedua negara.

“Market share kendaraan listrik Indonesia saat ini sudah sekitar 12,9 persen, sementara Thailand mulai stagnan. Kalau tren ini berlanjut, kami optimistis Indonesia bisa melampaui Thailand dalam waktu dekat,” kata Rachmat.

Pertumbuhan agresif ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga mulai membangun keunggulan kompetitif di kawasan.

Peran Kebijakan dan Insentif Pemerintah

Lonjakan pasar kendaraan listrik nasional tidak terjadi secara tiba-tiba. Rachmat menilai kebijakan percepatan adopsi kendaraan listrik memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan tersebut. Insentif fiskal dan nonfiskal yang diberikan pemerintah berhasil menurunkan hambatan awal bagi konsumen dan produsen.

Selain itu, strategi membuka pasar melalui kehadiran produk yang lebih beragam turut mempercepat adopsi. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik dengan berbagai rentang harga dan spesifikasi. Kondisi ini membuat kendaraan listrik tidak lagi dipersepsikan sebagai produk mahal yang hanya dapat diakses segelintir kalangan.

Menurut Rachmat, titik balik terjadi pada 2023 ketika kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau mulai masuk ke pasar domestik. Sejak saat itu, permintaan meningkat tajam dan membentuk tren pertumbuhan yang konsisten hingga kini.

Pergeseran Struktur Industri Otomotif

Selain mencatat pertumbuhan penjualan, pemerintah juga menyoroti perubahan struktur industri kendaraan listrik di dalam negeri. Saat ini, pabrikan yang memiliki basis produksi di Indonesia telah menguasai sekitar 65 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode awal adopsi.

Dominasi produsen dalam negeri dinilai strategis karena mampu memperkuat daya saing industri nasional. 

Dengan meningkatnya produksi lokal, ketergantungan terhadap impor dapat ditekan, termasuk impor energi fosil. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Kehadiran basis produksi lokal juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, serta pengembangan rantai pasok industri otomotif nasional. Dengan demikian, pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga pada perekonomian secara lebih luas.

Peluang Indonesia Menjadi Pemimpin ASEAN

Dengan tren pertumbuhan yang masih kuat dan fondasi industri yang semakin terbentuk, pemerintah melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama kendaraan listrik di kawasan ASEAN. Posisi geografis, pasar domestik yang besar, serta dukungan kebijakan menjadi modal penting dalam persaingan regional.

Jika laju pertumbuhan saat ini dapat dipertahankan, Indonesia berpotensi melampaui Thailand dalam waktu dekat. Hal ini tidak hanya akan mengubah peta industri otomotif regional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengalahkan Thailand,” ujar Rachmat.

Optimisme tersebut mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa transformasi kendaraan listrik di Indonesia telah berada di jalur yang tepat dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Terkini