Perusahaan Dagang Adalah: Pengertian, Jenis, Karakteristik, Contohnya

Senin, 02 Februari 2026 | 09:28:43 WIB
perusahaan dagang adalah

Jakarta - Perusahaan dagang adalah istilah yang sering ditemui dalam dunia bisnis, biasanya disebut bersama perusahaan jasa, manufaktur, kontraktor, dan jenis usaha lainnya. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan usaha dagang?

Secara sederhana, perusahaan dagang adalah bisnis yang bergerak utama dalam pembelian dan penjualan barang. 

Keuntungan dari jenis usaha ini diperoleh dari selisih antara harga jual barang dan harga pokok perolehannya. 

Dengan kata lain, fokus utama perusahaan dagang bukan memproduksi barang, melainkan memperdagangkan produk yang sudah tersedia untuk memperoleh laba.

Perusahaan dagang memiliki peran penting dalam rantai distribusi karena menjadi penghubung antara produsen dan konsumen akhir, memastikan barang sampai ke pasar dengan harga yang wajar. 

Selain itu, perusahaan dagang biasanya juga mengelola stok barang, mengatur persediaan, dan melakukan analisis harga untuk memaksimalkan keuntungan.

Dengan pemahaman ini, jelas bahwa perusahaan dagang adalah model usaha yang berfokus pada aktivitas jual beli barang untuk mendapatkan selisih laba sebagai pendapatan utama.

Perusahaan Dagang Adalah

Perusahaan dagang adalah suatu entitas bisnis yang fokus utamanya pada pembelian dan penjualan barang. 

Kegiatan pokoknya mencakup distribusi, pemasaran, serta penjualan produk kepada konsumen atau bisnis lain.

Jenis usaha ini beragam, mulai dari skala kecil hingga perusahaan besar yang beroperasi secara internasional. Selain menghasilkan keuntungan, perusahaan dagang juga memiliki peran penting dalam perekonomian dengan menghubungkan produsen dan konsumen, serta memastikan peredaran barang dan jasa di pasar berjalan lancar.

Pengertian Perusahaan Dagang Menurut Ahli

Beberapa ahli memberikan definisi perusahaan dagang sebagai berikut:

1. Bahri (2016)
Bahri menyatakan bahwa perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang tanpa mengubah bentuk aslinya. 

Barang dibeli kemudian dijual kembali dalam bentuk yang sama tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

2. Soemarso (2017)
Menurut Soemarso, perusahaan dagang adalah entitas yang membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan tambahan, contohnya seperti toko kelontong atau minimarket.

3. Sujarweni (2016)
Sujarweni menjelaskan bahwa perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa usaha dagang adalah jenis usaha yang melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa pengolahan, dengan tujuan memperoleh selisih harga, misalnya pada toko kelontong, ritel, atau toko serba ada.

Karakteristik Perusahaan Dagang

Usaha dagang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis perusahaan lain, yaitu:

  • Aktivitas utamanya adalah membeli produk untuk dijual kembali tanpa diolah terlebih dahulu.
  • Perusahaan dagang tidak memproduksi barang sendiri; produk yang dijual diperoleh dari produsen atau distributor lain.
  • Keuntungan diperoleh dari selisih antara total penjualan dengan biaya pembelian dan operasional.
  • Barang yang diperjualbelikan berupa produk jadi yang tidak melalui proses pengolahan ulang.
  • Pengelolaan persediaan barang menjadi bagian penting dalam pencatatan akuntansi.
  • Terlibat dalam rantai pasok (supply chain) serta distribusi produk ke konsumen atau bisnis lain.
  • Melakukan pengelolaan dan pemantauan stok barang secara rutin.

Perbedaan Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa

Berikut versi parafrase lengkap dari teks Anda, dibuat dalam bentuk tabel, bebas plagiat, dan tetap utuh penjelasannya:

Aspek Perbandingan

Perusahaan Dagang

Perusahaan Jasa

DefinisiMerupakan bisnis yang fokus membeli barang dan menjualnya kembali untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga.Merupakan bisnis yang menyediakan layanan atau keahlian tertentu kepada pelanggan tanpa menjual produk fisik.
Produk/OutputMenawarkan barang jadi atau bahan mentah yang dapat dijual kembali.Menyediakan layanan atau aktivitas yang memenuhi kebutuhan pelanggan, seperti konsultasi, transportasi, atau perawatan.
Proses ProduksiTidak melakukan pengolahan barang, karena barang dijual dalam bentuk yang sama seperti saat dibeli dari pemasok.Tidak menghasilkan produk fisik; nilai ditambahkan melalui keterampilan, pengetahuan, atau layanan yang diberikan.
PendapatanDihasilkan dari selisih harga jual dan harga beli barang.Diperoleh dari biaya layanan yang diberikan kepada pelanggan.
PersediaanMemiliki stok barang yang dicatat dalam akuntansi sebagai persediaan.Tidak memiliki persediaan barang, fokus pada pengelolaan tenaga kerja atau keahlian.
ContohToko kelontong, supermarket, toko elektronik, distributor bahan baku.Konsultan, rumah sakit, salon, jasa transportasi, pendidikan.

Jenis-Jenis Perusahaan Dagang dan Contohnya

1. Berdasarkan Produk yang Dijual

Perusahaan dagang dapat dibedakan berdasarkan jenis produk yang mereka tawarkan:

  • Perusahaan Dagang Barang Mentah
    Jenis ini memperdagangkan bahan baku sebagai produk utama. Contohnya meliputi kayu gelondongan, karet mentah, atau bahan mentah lainnya yang belum diolah.
  • Perusahaan Dagang Barang Jadi
    Usaha ini fokus menjual produk yang sudah siap digunakan oleh konsumen tanpa perlu diproses lagi. Contoh yang umum adalah pakaian, tas, televisi, atau produk elektronik lainnya.

2. Berdasarkan Jenis Konsumen

Perusahaan dagang juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumen yang dilayani:

  • Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler)
    Perusahaan ini membeli barang dalam jumlah besar langsung dari pabrik atau produsen, lalu menjualnya kembali dalam jumlah besar kepada bisnis lain. Contohnya adalah usaha grosir.
  • Perusahaan Dagang Perantara (Middleman)
    Middleman membeli barang dalam jumlah besar, kemudian menjualnya ke pengecer dalam jumlah lebih kecil, tetapi bukan dalam bentuk satuan.
  • Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer)
    Retailer membeli produk dalam jumlah besar atau sedang, kemudian menjualnya langsung kepada konsumen dalam jumlah kecil. Contohnya toko kelontong, minimarket, dan toko serupa.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Mengacu pada Modul Praktikum Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang yang tersedia di repository.bsi.ac.id, terdapat 13 tahapan utama dalam siklus akuntansi perusahaan dagang:

  1. Pencatatan Transaksi Harian
    Semua aktivitas bisnis yang terjadi setiap hari dicatat dalam jurnal umum sebagai langkah awal pencatatan akuntansi.
  2. Pencatatan Transaksi Khusus
    Transaksi tertentu seperti penjualan kredit atau pembelian kredit dicatat di jurnal khusus, misalnya Jurnal Penjualan dan Jurnal Pembelian, agar pencatatan lebih terstruktur.
  3. Pencatatan ke Buku Besar Pembantu
    Informasi dari jurnal umum dan jurnal khusus kemudian dipindahkan ke buku besar pembantu sesuai dengan akun-akun terkait, seperti piutang, hutang, atau persediaan.
  4. Posting ke Buku Besar Utama
    Data dari buku besar pembantu diposting ke buku besar utama untuk mendapatkan saldo akhir setiap akun.
  5. Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)
    Perusahaan menghitung HPP, yakni seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menjual barang selama periode tertentu.
  6. Penyusunan Neraca Saldo Awal
    Saldo akhir dari akun-akun buku besar digunakan untuk membuat neraca saldo, yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu.
  7. Pencatatan Jurnal Penyesuaian
    Di akhir periode, jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan akun, misalnya penyusutan aset atau penyesuaian persediaan barang.
  8. Pembaruan Neraca Saldo
    Setelah jurnal penyesuaian dicatat, neraca saldo diperbarui agar mencerminkan perubahan yang terjadi.
  9. Penyusunan Laporan Keuangan
    Berdasarkan neraca saldo yang telah disesuaikan, laporan keuangan seperti laporan laba rugi dan neraca disusun.
  10. Pembuatan Jurnal Penutup
    Semua akun pendapatan dan biaya ditutup untuk memindahkan saldo ke akun laba/rugi bersih, sehingga mempersiapkan akun untuk periode berikutnya.
  11. Pembaruan Neraca Saldo Akhir
    Neraca saldo diperbarui setelah penutupan akun pendapatan dan biaya untuk memastikan laporan keuangan akurat.
  12. Pembuatan Jurnal Pembalik (Opsional)
    Jika diperlukan, jurnal pembalik digunakan untuk memperbaiki kesalahan pencatatan atau mencatat transaksi yang belum tercatat.
  13. Siklus Akuntansi Selesai
    Setelah semua langkah di atas dilakukan, siklus akuntansi perusahaan dagang selesai dan siap dimulai kembali pada periode berikutnya.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Secara umum, laporan keuangan perusahaan dagang terbagi menjadi empat jenis utama, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi
    Laporan ini menyajikan rangkuman pendapatan, beban, laba, dan rugi perusahaan dalam satu periode tertentu. Informasi dari laporan ini membantu pemilik dan manajemen untuk menilai kinerja bisnis dan profitabilitas usaha.
  2. Laporan Arus Kas
    Laporan arus kas mencatat semua penerimaan dan pengeluaran kas selama periode akuntansi. Laporan ini berguna untuk memantau likuiditas perusahaan, memastikan ketersediaan kas untuk operasional, dan merencanakan kebutuhan dana di masa mendatang.
  3. Laporan Neraca
    Laporan neraca menampilkan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu. Laporan ini mencakup aset (aktiva), kewajiban (liabilitas), dan ekuitas pemilik, sehingga memberikan gambaran lengkap mengenai sumber daya dan kewajiban perusahaan.
  4. Laporan Perubahan Modal
    Laporan ini menyajikan informasi mengenai perubahan modal perusahaan selama periode tertentu. Perubahan modal dapat berasal dari laba atau rugi yang diperoleh, penambahan investasi, atau pengurangan modal akibat penarikan oleh pemilik.

Sebagai penutup, secara sederhana, perusahaan dagang adalah bisnis yang membeli barang dan menjualnya kembali untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga jual.

Terkini