Mendikdasmen Dorong Pemulihan Pendidikan Aceh Melalui Revitalisasi Sekolah

Senin, 02 Februari 2026 | 09:16:05 WIB
Mendikdasmen Dorong Pemulihan Pendidikan Aceh Melalui Revitalisasi Sekolah

JAKARTA - Pemulihan layanan pendidikan pascabencana kembali ditegaskan pemerintah melalui peresmian hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Aceh. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan puluhan sekolah yang telah direhabilitasi dan dibangun kembali, sebagai langkah memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan berkelanjutan.

 Upaya ini menjadi bagian penting dari agenda nasional dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana yang ditargetkan berjalan bertahap hingga tahun 2026.

Peresmian dipusatkan di dua lokasi utama, yakni SD Negeri 12 Bintang di Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara. 

Dari lokasi tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa sekolah harus kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor.

Revitalisasi Sekolah di Wilayah Dataran Tinggi Gayo

Di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. 

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas kerusakan infrastruktur pendidikan akibat bencana alam yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Mendikdasmen.

Menurut Mendikdasmen, rehabilitasi sekolah tidak hanya memulihkan ruang kelas, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan bangunan, kelayakan sarana pendukung, serta kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran pascabencana. 

Hal ini dinilai krusial agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung normal tanpa mengabaikan faktor risiko bencana di masa depan.

Relokasi dan Pembangunan Sekolah Baru

Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen turut meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak yang masih menjalankan pembelajaran di ruang darurat. 

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk merelokasi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan bencana, sekaligus mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Terkait kondisi SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang mengalami kerusakan berat akibat longsor berulang, Mendikdasmen menyatakan bahwa bangunan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi digunakan. Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memindahkan sekolah ke lokasi baru yang lebih aman.

“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, untuk SD Negeri 12 Bintang yang terdampak longsor di bagian belakang bangunan, Kemendikdasmen akan memberikan tambahan bantuan berupa pembangunan ruang kelas baru guna mendukung keberlanjutan kegiatan belajar.

Peresmian Sekolah di Aceh Utara

Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan yang terpusat di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana yang dibangun sesuai standar keselamatan bangunan serta kebutuhan pembelajaran.

Pemerintah berharap revitalisasi ini dapat memperkuat pemerataan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memastikan pemulihan pendidikan pascabencana berjalan berkelanjutan, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur akibat kondisi geografis dan bencana alam.

Capaian Program Revitalisasi Pendidikan

Hingga saat ini, dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, tercatat sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah rampung 100 persen dibangun dan direhabilitasi. Seluruh sekolah tersebut kini siap dimanfaatkan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Capaian ini menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga pada kualitas hasil pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan dan peserta didik.

Penguatan Teknologi dan Sarana Pendukung

Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Mendikdasmen juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah-sekolah penerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit.

Langkah ini ditujukan untuk mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil, sehingga peserta didik tetap dapat mengakses pembelajaran digital secara merata. 

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pendukung lain, seperti pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru, juga akan terus diupayakan demi menjaga keberlanjutan layanan pendidikan.

Harapan Baru bagi Warga Sekolah

Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh warga sekolah. Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, serta Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang menghambat pembelajaran.

Kini, ruang belajar dan fasilitas penunjang menjadi lebih layak, aman, dan fungsional. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran berjalan lebih optimal dan peserta didik dapat belajar dengan nyaman.

“Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tutur Yusbida.

Marhamah pun mengungkapkan apresiasi atas perhatian pemerintah. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah karena manfaatnya dirasakan nyata,” ucapnya penuh haru.

Terkini