Pemerataan Ekonomi: BRI Perkuat Pemberdayaan 5.245 Desa Melalui Program BRILiaN

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:11:23 WIB
Pemerataan Ekonomi: BRI Perkuat Pemberdayaan 5.245 Desa Melalui Program BRILiaN

JAKARTA - Strategi pembangunan ekonomi Indonesia di tahun 2026 semakin menitikberatkan pada penguatan fondasi dari level terbawah, yaitu desa. Sebagai lembaga keuangan dengan jejaring terluas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengambil peran sentral dalam memastikan bahwa modernisasi ekonomi tidak hanya berpusat di perkotaan. Melalui integrasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan, BRI mentransformasi ribuan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing global.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan desa, salah satunya program Desa BRILiaN yang telah menjangkau 5.000 desa di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan upaya sistematis dalam menciptakan ekosistem bisnis lokal yang tangguh di tengah dinamika ekonomi digital yang semakin kompleks.

Empat Pilar Strategis Transformasi Desa BRILiaN

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, pengembangan Desa BRILiaN difokuskan pada optimalisasi potensi desa berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Keberhasilan program ini bersandar pada empat pilar pemberdayaan yang saling terintegrasi, yaitu: Peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan/atau Koperasi Desa, Digitalisasi, Sustainability, dan Inovasi.

Pilar-pilar tersebut dirancang untuk menjawab tantangan fundamental di pedesaan, mulai dari akses pasar hingga literasi teknologi. Dalam perjalanannya, Desa BRILiaN berkembang menjadi salah satu strategi utama pemberdayaan BRI untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi di tingkat lokal, sekaligus memastikan setiap desa memiliki identitas ekonomi yang unik dan berkelanjutan.

Sinergi Program Desa dengan Visi Asta Cita Presiden

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan. Program ini dirancang untuk menghasilkan role model pengembangan desa melalui penerapan praktik kepemimpinan desa yang unggul serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, program ini dinilai sangat selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan. “Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategis BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Akhmad.

Ekosistem Pemberdayaan: Klaster Usaha dan Digitalisasi UMKM

Selain fokus pada pengembangan struktur desa melalui Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan rangkaian inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang saling terintegrasi. Pendekatan ini memastikan bahwa individu pelaku usaha di dalam desa tersebut mendapatkan dukungan yang setara dengan lembaga desanya.

Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi pelaku usaha di tingkat lokal. Kehadiran klaster ini memungkinkan para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan daya tawar yang lebih baik dan kemudahan akses permodalan.

Guna mendukung penetrasi pasar di era internet, BRI juga menghadirkan LinkUMKM sebagai platform digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan. Sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas. Transformasi digital ini menjadi kunci agar produk desa mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Penguatan Kapasitas Melalui Pelatihan dan Rumah BUMN

Penguatan ekosistem UMKM ini turut dilengkapi melalui pembinaan 54 Rumah BUMN di berbagai daerah serta penyelenggaraan 18.218 pelatihan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital. Melalui program pelatihan yang masif ini, BRI berupaya memutus rantai ketidaktahuan finansial yang seringkali menjadi hambatan utama kemajuan ekonomi di daerah terpencil.

Dengan memberikan bekal pengetahuan teknis dan manajemen, pelaku usaha di desa kini lebih siap menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Rumah BUMN berfungsi sebagai pusat inkubasi bagi ide-ide kreatif warga desa yang ingin dikembangkan menjadi bisnis berskala industri.

Komitmen BRI Menjadi Jembatan Ekonomi Modern

Menutup pernyataannya, Akhmad menegaskan bahwa penguatan ekonomi dari desa adalah harga mati bagi keberlanjutan ekonomi nasional secara makro. Keberhasilan 5.245 Desa BRILiaN diharapkan mampu menjadi efek domino bagi desa-desa lain di seluruh pelosok negeri.

“Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Akhmad.

Terkini