PLN UP3 Wamena Jamin Keandalan Listrik di Lima Kabupaten Papua

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:09:08 WIB
PLN UP3 Wamena Jamin Keandalan Listrik di Lima Kabupaten Papua

JAKARTA - Memasuki kalender operasional tahun 2026, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Wamena memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas energi di jantung Papua Pegunungan. Wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi ini menjadi prioritas utama guna memastikan roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat tidak terhambat oleh kendala kelistrikan. PLN memastikan bahwa seluruh sistem pembangkit dan distribusi dalam kondisi prima untuk melayani kebutuhan warga di lima kabupaten strategis.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan di wilayah pegunungan yang sangat bergantung pada ketersediaan daya listrik yang stabil. Manajer PLN UP3 Wamena, Mahly J Kbarek, menegaskan bahwa langkah-langkah preventif telah dilakukan sejak awal tahun untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan teknis maupun ketersediaan logistik.

Cakupan Pelayanan Luas di Wilayah Papua Pegunungan

Operasional PLN UP3 Wamena memikul tanggung jawab besar mengingat luasnya wilayah yang harus teraliri listrik. Cakupan pelayanan mereka tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi, tetapi meluas hingga ke daerah-daerah penyangga. Manajer PLN UP3 Wamena Mahly J Kbarek di Wamena, Kamis (29/1/2026), mengatakan cakupan pelayanan cukup luas meliputi lima kabupaten yaitu Jayawijaya, Yalimo, Tolikara, Mamberamo Tengah dan Lanny Jaya, tetapi pasokan tenaga listrik dipastikan aman.

Kesiapan ini diharapkan memberikan dampak domino positif bagi kesejahteraan masyarakat. “Kami selalu berharap pelayanan yang dilakukan di lima kabupaten selalu berjalan dengan baik dan aman dalam membantu menerangi rumah-rumah warga, membantu meningkatkan usaha di daerah ini,” katanya.

Strategi Mengatasi Kendala Logistik dan Teknis

Kondisi geografis Papua Pegunungan yang terisolasi sering kali menjadi hambatan dalam pendistribusian suku cadang maupun bahan bakar. Namun, untuk tahun 2026, PLN telah menyusun strategi mitigasi yang lebih matang. Menurut Mahly, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), peralatan atau suku cadang dan teknisi untuk membantu operasional mesin-mesin kelistrikan tersedia sehingga pasokan aliran listrik untuk lima kabupaten aman.

Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi manajemen dalam menyusun rantai pasok. “Biasanya yang menjadi kendala adalah kekurangan BBM untuk operasional mesin, kerusakan alat dan harus didatangkan dari luar Wamena, dan tidak adanya teknisi, tetapi kami pastikan di tahun ini semua telah disiapkan untuk mengatasi masalah gangguan yang sering terjadi,” ujarnya. Hal ini mencakup kesiapan teknisi di tempat serta stok cadangan suku cadang yang telah tersedia di gudang penyimpanan internal.

Kesehatan Mesin Pembangkit dan Cadangan Daya

Kunci dari kelancaran suplai listrik terletak pada performa mesin pembangkit. Mahly menjelaskan bahwa mesin pembangkit listrik di unit PLN UP3 Wamena dan daya cadangan listrik dalam kondisi sehat untuk kegiatan operasional tahun 2026. Audit teknis yang dilakukan secara rutin memastikan setiap unit mesin mampu beroperasi pada beban optimal tanpa risiko kerusakan mendadak.

“Kami memastikan dengan kesiapan yang baik di awal tahun ini maka dipastikan pasokan listrik kepada masyarakat di Papua Pegunungan khususnya lima kabupaten akan berjalan baik dan lancar,” katanya. Optimisme ini didasarkan pada data teknis lapangan yang menunjukkan bahwa seluruh sistem distribusi berada dalam status hijau atau aman.

Kapasitas Kelistrikan dan Manajemen Beban Puncak

Menjelaskan lebih rinci mengenai kekuatan daya, Mahly menambahkan bahwa kapasitas kelistrikan di PLN UP3 Wamena sebesar 8 mega watt (MW) untuk melayani masyarakat di lima kabupaten tersebut. Kapasitas ini dinilai masih sangat mencukupi untuk menanggung beban harian masyarakat maupun sektor komersial yang sedang berkembang.

Manajemen beban juga dilakukan secara cermat guna menghindari pemadaman bergilir saat pemakaian mencapai titik tertinggi. “Perlu masyarakat ketahui bahwa beban puncak kelistrikan di Kota Wamena pada malam hari sebesar 7 mega watt, sisanya berada di empat kabupaten lainnya,” ujarnya. Dengan sisa margin daya yang tersedia, PLN optimistis dapat menjaga stabilitas tegangan meski pada jam-jam sibuk.

Melalui kesiapan infrastruktur dan logistik yang matang ini, PLN UP3 Wamena berperan sebagai tulang punggung pembangunan di lima kabupaten Papua Pegunungan. Terjaminnya aliran listrik menjadi fondasi penting bagi peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, serta pertumbuhan UMKM di Bumi Cenderawasih selama setahun ke depan.

Terkini