JAKARTA - Dunia keuangan syariah internasional baru saja mencatat sejarah baru dengan munculnya kekuatan dominan dari Indonesia dalam isu keberlanjutan. Bank Syariah Indonesia (BSI) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di level dunia. Pencapaian ini menegaskan bahwa nilai-nilai syariah yang diusung oleh perbankan nasional selaras dengan standar etika global yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan dampak sosial yang positif.
Keberhasilan BSI menduduki peringkat teratas dalam pemeringkatan ESG global bukan sekadar pencapaian internal, melainkan sinyal kuat kepada investor internasional bahwa industri perbankan syariah Indonesia telah siap menjadi pemimpin pasar dalam isu ekonomi hijau. Standar transparansi yang tinggi serta kebijakan pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan menjadi kunci utama yang membawa BSI melampaui para pesaingnya di panggung dunia.
Loncatan Skor ESG dan Kategori Leading di Skala Internasional
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bloomberg pada 28 Januari 2026, BSI mencatatkan performa yang sangat impresif. Skor ESG perusahaan mengalami kenaikan signifikan, dari yang semula berada di angka 3,86 menjadi 5,56. Peningkatan ini mencerminkan langkah nyata perseroan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap inti operasionalnya.
Skor tersebut tidak hanya membawa BSI berada di atas rata-rata industri perbankan syariah global, tetapi juga menempatkan bank ini dalam kategori "LEADING". Dengan pencapaian ini, BSI resmi melampaui posisi berbagai bank syariah global lainnya dalam hal kinerja keberlanjutan. Pengakuan dari Bloomberg ini menjadi validasi atas konsistensi BSI dalam menjalankan mandat sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Transparansi Kebijakan Pembiayaan Berkelanjutan sebagai Motor Utama
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan bahwa pencapaian luar biasa ini didorong oleh penguatan keterbukaan informasi perusahaan terkait kebijakan pembiayaan yang mendukung keberlanjutan. Transparansi data menjadi faktor pembeda yang meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap model bisnis yang dijalankan BSI.
Hingga kuartal ketiga tahun 2025, komitmen tersebut tercermin dalam angka nyata. BSI melaporkan total pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 73,6 triliun, atau setara dengan 24,33% dari total portofolio pembiayaan perusahaan. Angka ini menjadi bukti nyata dukungan BSI terhadap ekonomi hijau, inisiatif sosial, serta pengembangan sektor UMKM di tanah air. "Peningkatan skor ESG ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam mempromosikan pembiayaan yang mendukung keberlanjutan," ungkap Bob dalam pernyataan resminya.
Keterbukaan Data untuk Kepercayaan Investor Global
Bob juga menambahkan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan investor di kancah global. Untuk itu, BSI secara proaktif mempublikasikan data performa keberlanjutannya melalui kanal-kanal yang mudah diakses oleh publik. Salah satu inovasinya adalah penyediaan landing page khusus ESG di situs resmi perusahaan.
Inisiatif digital ini memudahkan investor maupun pemangku kepentingan lainnya untuk memantau jejak karbon serta dampak sosial-lingkungan yang dihasilkan oleh perusahaan secara real-time. "Dengan skor terbaru ini, BSI telah memperkuat posisinya, mencapai peringkat teratas Bloomberg ESG dalam kategori perbankan syariah global," jelas Bob. Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini membuktikan daya saing perbankan syariah Indonesia yang tidak hanya kompetitif, namun mampu menjadi pemimpin pasar internasional dalam isu-isu keberlanjutan sesuai dengan standar global.
Dukungan Terhadap Target Net Zero Emissions Pemerintah
Sebagai institusi keuangan syariah terbesar di Indonesia, BSI memegang tanggung jawab besar untuk menyelaraskan strateginya dengan target nasional. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan hijau guna mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions di masa depan. Fokus ini dijalankan sembari tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang kokoh.
Dengan tata kelola yang baik, BSI optimistis dapat terus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh nasabah dan investor. Melalui posisi puncak di peringkat ESG Bloomberg ini, BSI tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menetapkan standar baru bagi industri keuangan syariah global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketimpangan sosial melalui instrumen keuangan yang etis dan berkelanjutan.