Penjualan Mobil Listrik Murni Tembus Dominasi Mobil Bensin di Eropa 2025

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:19:40 WIB
Penjualan Mobil Listrik Murni Tembus Dominasi Mobil Bensin di Eropa 2025

JAKARTA - Penjualan mobil listrik murni di Uni Eropa mencatat sejarah baru pada Desember 2025. Untuk pertama kalinya, kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) melampaui penjualan mobil berbahan bakar bensin. Menurut data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), BEV menembus pangsa pasar 22,6 persen, sedangkan mobil bensin berada di 22,5 persen.

Keberhasilan ini menandai kemajuan signifikan dalam transisi industri otomotif Eropa menuju kendaraan ramah lingkungan. Meskipun demikian, mobil hybrid tetap menjadi favorit konsumen, menyumbang 44 persen dari total pendaftaran kendaraan baru. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik murni belum sepenuhnya mendominasi pasar, tetapi posisinya terus menguat.

Pengaruh Hybrid dalam Tren Penjualan

Analis otomotif independen, Matthias Schmidt, menekankan bahwa penurunan penjualan mobil bensin tidak sepenuhnya berarti pergeseran drastis ke mobil listrik murni. “Sebagian penurunan dipengaruhi pengklasifikasian ulang model bensin menjadi hybrid ringan (mild hybrid). Kendaraan ini tetap menggunakan mesin bensin dan hanya memberikan kontribusi kecil terhadap pengurangan emisi,” ujar Schmidt.

Schmidt memperkirakan, dalam waktu sekitar lima tahun ke depan, mobil listrik murni kemungkinan akan melampaui kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan tren global yang mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Persaingan Pasar Mobil Listrik Makin Ketat

Di pasar Eropa yang lebih luas, mencakup Uni Eropa, Inggris, dan Norwegia, penjualan mobil terus mengalami pertumbuhan tahunan selama enam bulan berturut-turut. Persaingan juga semakin ketat dengan hadirnya produsen China seperti BYD, Changan, dan Geely, yang menawarkan mobil listrik dengan harga kompetitif.

Sementara itu, produsen Eropa seperti Volkswagen dan BMW merespons dengan meluncurkan berbagai model kendaraan listrik baru. Kebijakan Uni Eropa pun disesuaikan; pada Desember 2025, rencana pelarangan efektif mobil bermesin pembakaran internal pada 2035 sedikit dilonggarkan. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan tekanan industri otomotif menghadapi kompetisi global, tarif impor Amerika Serikat, dan tantangan profitabilitas kendaraan listrik.

Optimisme Produsen dan Pemerintah Eropa

Chris Heron, Sekretaris Jenderal E-Mobility Europe, optimistis pangsa pasar kendaraan listrik akan terus meningkat. Menurutnya, produsen Eropa mulai menghadirkan mobil listrik lebih terjangkau, didukung skema insentif dari pemerintah masing-masing negara.

“Kami melihat penerimaan konsumen semakin positif. Penjualan kendaraan listrik di Eropa diyakini akan terus tumbuh pada 2026,” kata Heron. Pernyataan ini menegaskan bahwa kombinasi inovasi teknologi dan kebijakan pemerintah menjadi faktor utama percepatan adopsi mobil listrik.

Performa Penjualan Merek-merek Besar

Dari sisi produsen, pendaftaran kendaraan Volkswagen dan Stellantis meningkat masing-masing 10,2 persen dan 4,5 persen di Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA pada Desember 2025. Sebaliknya, Renault mengalami penurunan 2,2 persen, dan Tesla mencatat penurunan 20,2 persen.

Sementara itu, BYD menunjukkan pertumbuhan luar biasa dengan lonjakan pendaftaran hingga 229,7 persen. Tren ini menunjukkan agresivitas produsen China dalam menembus pasar Eropa dan semakin memacu persaingan global di segmen kendaraan listrik.

Kinerja Penjualan Secara Keseluruhan

Secara total, penjualan mobil di Uni Eropa, Inggris, dan EFTA meningkat 7,6 persen menjadi sekitar 1,2 juta unit pada Desember 2025. Sepanjang tahun 2025, total penjualan mencapai 13,3 juta unit, tertinggi dalam lima tahun terakhir meski masih di bawah level sebelum pandemi.

Khusus di Uni Eropa, total penjualan mobil naik 5,8 persen menjadi hampir satu juta unit pada Desember, dan tumbuh 1,8 persen menjadi 10,8 juta unit sepanjang 2025. Pendaftaran kendaraan listrik baterai, hibrida plug-in, dan hybrid konvensional secara kolektif menyumbang 67 persen dari total pendaftaran kendaraan baru di kawasan ini

Terkini