Harga Token Listrik Terbaru dan Cara Hitung kWh

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:19:33 WIB
Harga Token Listrik Terbaru dan Cara Hitung kWh

JAKARTA - Bagi pengguna listrik prabayar, pembelian token listrik sudah menjadi bagian dari pengelolaan kebutuhan rumah tangga. Meski terlihat sederhana, tidak sedikit pelanggan yang masih bertanya-tanya mengapa nominal uang yang dibayarkan tidak sepenuhnya berubah menjadi jumlah energi listrik yang sama besar. Perbedaan inilah yang kerap menimbulkan kebingungan, terutama saat membandingkan harga token dengan jumlah kWh yang masuk ke meteran.

Pemahaman mengenai sistem token listrik menjadi penting agar pelanggan dapat mengatur konsumsi energi secara lebih efektif. Dengan mengetahui komponen biaya, potongan yang berlaku, serta cara perhitungan kWh, pelanggan dapat memperkirakan pemakaian listrik bulanan dengan lebih akurat.

Token Listrik Bukan Pulsa Seluler

Salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah menyamakan token listrik dengan pulsa seluler. Keduanya memang sama-sama dibeli menggunakan nominal rupiah, namun memiliki konsep yang berbeda. Pulsa seluler merupakan saldo uang yang digunakan untuk layanan telekomunikasi, sedangkan token listrik adalah alokasi energi listrik.

Token listrik dinyatakan dalam satuan kilowatt hour (kWh) dan akan terus berkurang seiring pemakaian peralatan listrik di rumah. Artinya, semakin banyak peralatan yang digunakan dan semakin lama durasinya, semakin cepat pula token tersebut habis.

"Pada sistem prabayar, pelanggan membeli alokasi energi listrik dalam jumlah tertentu. Alokasi ini digunakan oleh seluruh peralatan listrik di rumah dan akan berkurang seiring pemakaian. Karena itu, total energi tersedia dalam satuan kilowatt hour (kWh)," jelas EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto.

Pilihan Nominal Token Listrik

PT PLN (Persero) menyediakan berbagai pilihan nominal token listrik untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Nominal yang tersedia umumnya mulai dari Rp20 ribu hingga Rp1 juta. Fleksibilitas ini memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk membeli token sesuai dengan kemampuan dan pola konsumsi masing-masing.

Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa nominal yang dibayarkan tidak sepenuhnya dikonversi menjadi energi listrik. Ada sejumlah komponen biaya yang memengaruhi jumlah kWh yang akhirnya diterima pelanggan.

Komponen Potongan dalam Pembelian Token

Dalam setiap pembelian token listrik, terdapat potongan yang harus diperhitungkan. Salah satu komponen utama adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Besaran PPJ ditetapkan oleh pemerintah daerah dan umumnya berada di kisaran 3 persen dari harga token.

Selain PPJ, terdapat pula biaya administrasi yang besarnya dapat berbeda-beda, tergantung pada kanal pembelian yang digunakan. Pembelian melalui aplikasi digital, perbankan, atau minimarket memiliki ketentuan biaya administrasi masing-masing.

Ilustrasi Perhitungan Token Listrik

Sebagai gambaran, pada pelanggan rumah tangga golongan R-1/TR dengan daya 1.300 VA, pembelian token listrik senilai Rp100 ribu tidak sepenuhnya dikonversi menjadi energi listrik senilai Rp100 ribu. Setelah dikenakan PPJ sebesar 3 persen dan biaya administrasi, nilai bersih token yang diterima berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp94 ribu.

Dengan tarif dasar listrik sebesar Rp1.444,70 per kWh, nilai tersebut setara dengan sekitar 63 hingga 65 kWh energi listrik yang akan masuk ke meteran pelanggan. Perhitungan ini menunjukkan bahwa jumlah kWh yang diterima sangat bergantung pada besaran potongan yang berlaku.

Perkiraan Nilai Token Setelah PPJ

Perkiraan jumlah kWh yang diterima pelanggan setelah potongan PPJ dapat bervariasi. Berdasarkan ilustrasi yang dilansir dari laman Flip, potongan PPJ sebesar 3 persen akan memengaruhi jumlah energi listrik bersih yang masuk ke meteran untuk setiap nominal pembelian.

Perlu dicatat bahwa nilai kWh tersebut bersifat ilustratif. Jumlah sebenarnya dapat sedikit berbeda, tergantung pada golongan daya pelanggan serta besaran biaya administrasi tambahan yang dikenakan oleh penyedia layanan pembayaran.

Cara Membeli Token Listrik Digital

Seiring perkembangan teknologi, pembelian token listrik kini dapat dilakukan secara digital. Salah satu caranya adalah melalui aplikasi DANA. Pelanggan cukup menginstal aplikasi, memilih menu listrik prabayar, memasukkan nomor meter atau ID pelanggan, lalu menentukan nominal token yang diinginkan.

Setelah pembayaran selesai, kode token 20 digit akan ditampilkan dan dapat langsung dimasukkan ke meteran listrik. Cara ini dinilai praktis karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus keluar rumah.

Pembelian Token di Minimarket

Selain melalui aplikasi digital, token listrik juga dapat dibeli di minimarket terdekat. Pelanggan hanya perlu menyampaikan kepada kasir bahwa ingin membeli token listrik, lalu memberikan nomor meteran atau ID pelanggan.

Setelah memilih nominal dan melakukan pembayaran, pelanggan akan menerima struk yang berisi kode token 20 digit. Kode tersebut kemudian dimasukkan ke meteran listrik untuk menambah saldo energi.

Memahami Token untuk Kendali Konsumsi

Pembelian token listrik pada dasarnya merupakan pembelian energi listrik dalam satuan kWh, bukan sekadar transaksi nominal rupiah. Oleh karena itu, pelanggan perlu memahami adanya potongan PPJ dan biaya administrasi yang menyebabkan jumlah kWh yang diterima berbeda dari nilai pembelian.

Dengan sistem prabayar ini, pelanggan memiliki kendali penuh untuk memantau dan mengatur konsumsi listrik sehari-hari. Pemahaman yang baik mengenai harga, potongan, dan cara perhitungan token listrik akan membantu pelanggan menggunakan energi secara lebih efisien dan terencana.

Terkini