JNE Siap Perkuat Bisnis Logistik Nasional Melalui E-commerce Dan B2B

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:01:26 WIB
JNE Siap Perkuat Bisnis Logistik Nasional Melalui E-commerce Dan B2B

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, industri logistik nasional dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang solid. 

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melihat dorongan utama berasal dari pertumbuhan e-commerce dan meningkatnya aktivitas UMKM di kanal digital. Kondisi tersebut menjadi fondasi optimisme perusahaan dalam menghadapi tahun depan.

Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital turut memperkuat kebutuhan logistik. Aktivitas transaksi daring yang konsisten menciptakan permintaan pengiriman yang stabil dan berkelanjutan. JNE menilai tren ini akan terus berlanjut seiring perluasan adopsi teknologi oleh masyarakat.

Berdasarkan kondisi tersebut, JNE membidik pertumbuhan volume dan pendapatan secara konsisten. Perusahaan menargetkan pertumbuhan di kisaran 20% hingga 30% sepanjang 2026. Target ini mencerminkan keyakinan terhadap kekuatan pasar logistik nasional.

Fokus E-commerce Tetap Jadi Prioritas Utama

Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan penguatan segmen e-commerce masih menjadi fokus utama perusahaan. Segmen ini dinilai tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap volume pengiriman nasional. JNE terus menyesuaikan layanan untuk menjawab kebutuhan pelaku e-commerce.

“Memasuki semester I 2026, kami memandang prospek industri logistik tetap sangat positif. Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital serta pertumbuhan e-commerce dan UMKM terus mendorong peningkatan volume pengiriman,” ujar Eri. Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan JNE terhadap keberlanjutan tren digital.

Selain volume, penguatan e-commerce juga berkontribusi pada stabilitas bisnis. Konsistensi permintaan pengiriman membantu perusahaan menjaga kinerja operasional. Hal ini menjadi salah satu alasan e-commerce tetap ditempatkan sebagai segmen strategis.

Segmen B2B dan Non-Platform Makin Prospektif

Di luar e-commerce, JNE juga melihat peluang besar pada layanan non-platform. Segmen pengiriman reguler dan business-to-business (B2B) dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Kebutuhan solusi logistik terintegrasi menjadi faktor pendorong utama.

Selain e-commerce, Eri menyebut basis pelanggan korporasi dan UMKM di luar platform sebagai penopang pertumbuhan ke depan. Menurutnya, kebutuhan distribusi yang lebih luas dan beragam terus meningkat. Kondisi ini membuka ruang ekspansi layanan rantai pasok B2B.

JNE memandang segmen B2B sebagai pelengkap yang memperkuat struktur bisnis. Dengan solusi logistik yang terintegrasi, perusahaan dapat melayani kebutuhan distribusi skala besar. Strategi ini juga membantu diversifikasi sumber pendapatan.

Strategi Efisiensi Hadapi Tantangan Industri

Di tengah peluang pertumbuhan, JNE menyadari tantangan industri logistik masih cukup dinamis. Tantangan tersebut meliputi biaya operasional, kondisi infrastruktur antardaerah, serta faktor eksternal seperti cuaca ekstrem. Untuk menjaga kinerja, perusahaan menempuh strategi efisiensi yang terukur.

“Optimalisasi sistem kerja dan pengelolaan aset operasional menjadi fokus kami agar efisiensi meningkat tanpa mengorbankan kualitas layanan,” kata Eri. JNE mengandalkan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan, 11.000 armada, dan sekitar 50.000 karyawan. Dengan skala tersebut, operasional diupayakan tetap berjalan optimal dan kompetitif.

Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dari strategi efisiensi. Optimalisasi sistem membantu perusahaan menjaga kecepatan dan ketepatan pengiriman. Pendekatan ini dinilai krusial dalam menghadapi persaingan industri.

Antisipasi Peak Season dan Distribusi Multimoda

Menghadapi lonjakan volume pengiriman pada peak season kuartal I, JNE menyiapkan penguatan infrastruktur. Fokus utama berada pada periode Ramadan dan Idulfitri yang biasanya meningkatkan permintaan. Manajemen kapasitas berbasis data diterapkan untuk menjaga kelancaran distribusi.

Terkait arus mudik dan pembatasan operasional angkutan darat, JNE mengandalkan strategi distribusi multimoda. Optimalisasi jalur udara dan laut dilakukan untuk menjaga alur pengiriman tetap lancar. Sinergi dengan mitra transportasi juga diperkuat.

“Kami juga memaksimalkan peran Megahub yang dilengkapi Automatic Sorting Center dan konektivitas ke jaringan nasional,” tutur Eri. Langkah ini memastikan proses konsolidasi dan distribusi tetap efisien meskipun terdapat pembatasan di lapangan. Dengan strategi tersebut, JNE optimistis target pertumbuhan 2026 dapat tercapai.

Terkini